KWI

Melihat Keunikan dan Arti Lambang Uskup Samuel Oton Sidin, OFM.Cap

Dalam tradisi Gereja Katolik, ketika seorang imam hendak ditahbisakan menjadi Uskup, imam tersebut sudah harus memilih lambang uskup yang menggambarkan berbagai macam hal seperti spiritualitas yang menjiwai Uskup tersebut, asal-usul dan warna khas tugas kegembalaan uskup.

Lantas seperti apa lambang Uskup Samuel Oton Sidin, OFM.Cap yang secara resmi telah ditahbiskan sebagai uskup Sintang pada Rabu (2/3/2017), berikut penjelasannya:

Lambang dan makna logo uskup Samuel Oton Sidin OFM, Cap

Secara keseluruhan lukisan yang terdapat pada lambang Uskup Sintang yang baru, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap memang nampak unik. Keunikannya terletak mulai dari bentuk utama lambang berupa sebuah perisai yang dibagi ke dalam tiga bagian. Pertama, satu bagian atas dan kedua, dua bagian bawah yang dipisahkan dengan sebuah garis vertikal sehingga membentuk dua kotak meyerupai persegi tiga. Beberapa elemen dasar yang terdapat di dalam setiap bagian perisai merupakan memperlihatkan kekhasan dan tradisi Fransiskan. Mgr. Samuel sendiri adalah seorang Kapusin.

Latar berwarna putih pada bagian atas perisai melambangkan kesucian. Pada bagian perisai ini terdapat lukisan dua tangan , dimana tangan pertama dengan bekas paku di telapak tidak lain merupakan tangan Yesus. Lukisan tangan Yesus ini dipadukan dengan lukisan tangan lain berwarna cokelat sebagai simbol dari tangan santo Fransiskus dari Asisi dengan luka stigmata, yang tidak lain merupakan anugerah luka pada telapak tangan Yesus.

Pada bagian belakang perisai terdapat salib lukisan salib kecil yang terbuat dari kayu, memberikan makna tentang kerapuhan di dalam memanggul Salib Yesus. Bagian bawah kiri dengan warna kuning keemasan merupakan simbol kemuliaan. Pada bagian ini terdapat pula lukisan burung enggak badak, salah satu jenis burung khas yang hidup di Kalimantan Barat. Pelukisan burung enggak badak dalam perisai ini menandakan asal-usul dan tempat dimana Uskup Samuel dilahirkan, besar dan berkarya.

Latar dengan warna biru pada bagian bawah –kanan perisai melambangkan Surga dan keabadian. Juga terdapat lukisan mahkota ratu berwarna keemasan lambang kehadiran Bunda Maria, Ratu para malaikat dan pelindung ordo Kapusin Provinsi Pontianak. Di bawah mahkota ini terdapat lukisan tiga sayap malaikat.

Ada juga galero atau topi berwarna hijau di atas perisai dengan enam jumbai pada masing-masing sisinya. Warna dan jumlah jumbai tidak lain merupakan ciri dari Uskup Sufragan.

Terdapat pula sebuah salib pancang berwarna kuning keemasan. Salib ini merupakan salib pastoral atau salib kegembalaan, juga merupakan ciri khas seorang uskup Sufragan.

Terakhir, pada bagian bawah perisai terdapat lukisan pitas berwarna keemasan dengan tulisan moto kegembalaan Uskup Samuel, yaitu Non rgo sed Christus in me, bukan aku melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Tulisan ini merupakan kutipan yang diambil dari Galatia 2: 20.

 

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

One Comment

error: Content is protected !!
Close