KWI

Lebih Dekat dengan Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pastor Samuel Oton Sidin, OFM.Cap yang telah ditunjuk Vatikan untuk menjadi Uskup Sintang Oktober 2016 lalu, kini resmi menjadi uskup Sintang setelah melalui prosesi Misa Tahbisan pada Rabu tanggal 22 Maret 2017. Putera Bengkayang, Kalimantan Barat ini pun resmi memegang tongkat kegembalaan keuskupan Sintang, yang sebelumnya berada di tangan Mgr. Agustinus Agus. Rentang waktu karya pastoralnya terakhir ia jalani sebagai pastor Paroki Tebet, Jakarta.

Riwayat Pendidikan

Mgr. Samuel menjalani pendidikan dasar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Selesai dari sana, ia memutuskan  masuk ke Seminari Menengah Santa Paulus Nyarumkop, Singkawang, Kalimantan Barat. Pada 12 Januari 1977, Samuel masuk ke Novisiat Kapusin Santo Fidelis Sigmaringen di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Masa pendidikan dan pembinaan di Novisiat ia jalani dengan baik hingga setahun kemudian ia mengucapkan kaul pertamanya.  Waktu itu tanggal  13 Januari 1978. Selesai menjalani  masa Novisiat, Iakemudian  melanjutkan pendidikan di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Pematang Siantar di Sinaksak, Tapian Dolok, Simalungun, Sumatera Utara. Ia mengucapkan kaul kekal pada 18 Juli 1982, dan ditahbiskan menjadi imam di Peranuk, Bengkayang pada 1 Juli 1984.

Setelah ditahbiskan menjadi imam tahun 1984 hingga tahun 1985, ia menjalankan karya pastoralnya sebagai Pastor Rekan di Paroki Santa Maria, Nyarumkop, Singkawang Timur, Singkawang, Kalimantan Barat. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Kepausan Antonianum, Roma dan selesai pada tahun 1990 dengan gelar doktor bidang teologi spiritualitas. Judul disertasinya adalah “The role of creatures in Saint Francis’ praising of God”.  Dengan pengalaman dan bekal pendidikan yang telah diperolehnya, Samuel tidak butuh waktu terlalu lama untuk menerima tugas dan pekerjaan yang lebih besar. Sepulangnya dari Roma, Ia diangkat menjadi Socius (Wakil) Magister Novisiat Kapusin Santo Fidelis Sigmaringen di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara hingga tahun 1993. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1997, ia diangkat menjadi Magister di tempat pembinaan yang sama. Lalu ia terpilih menjadi Provinsial Kapusin untuk dua masa jabatan hingga tahun 2003.

Rumah Pelangi

Kepeduliaanya pada lingkungan hidup menjadi sipirit awal Samuel melakukan gerakan cinta lingkungan hidup. Tahun 2008, Ia lalu mendirikan  “Rumah Pelangi” di Dusun Gunung Benuah, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.  Ia merintis Rumah Pelangi di areal lahan seluas 90 hektar dengan tujuan untuk konservasi hutan. Kehadiran Rumah Pelangi berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi pembukaan jalan-jalan baru di  wilayah Kalimantan terutama yang menghubungkan Pontianak dan Sanggau yang berdampak pada rusaknya ekosistem hutan.

Ia kemudian terpilih kembali menjadi Provinsial Kapusin Pontianak pada tahun 2009 hingga 2012. Pada Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2012, ia menerima penghargaan Kalpataru untuk kategori Pembina Lingkungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak 2012 selepas tugasnya sebagai Provinsial Kapusin Pontianak, ia ditugaskan menjadi Pastor Kepala Paroki Tebet Santo Fransiskus Assisi di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Pentahbisan

Pastor Samuel akhirnya ditahbiskan  menjadi Uskup Sintang pada 22 Maret  2017. Mgr. Agustinus Agus,yang juga merupakan pendahulunya bertindak sebagai uskup pentahbis utama.  Dua uskup Ko-Konsekrator adalah Uskup Sanggau Mgr. Giulio Mencuccini, C.P. dan Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi. Perayaan pentahbisan Mgr. Samuel dilangsungkan di Stadion Baning, Sintang, disaksikan langsung oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr.  Antonio Guido Filipazzi.

Hadir pula Ketua Presidium KWI, Mgr. Ignatius Suharyo, para uskup dari seluruh Indonesia dan ribuan umat Katolik dari wilayah keuskupan Sintang yang mencakup tiga kabupaten, yakni kabupaten Sintang, kabupaten Kapuas Hulu dan kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

 

Kredit Foto: Mgr. Samuel Oton Sidin, Uskup baru Sintang (memegang tongkat kegembalaan) diperkenalkan kepada umat yang hadir setelah rangkaian prosesi tahbisan.

Share.

About Author

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Comments are closed.