Jangan Terkecoh dengan Judul Berita Bombastis

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

“Jangan Takut Aku Besertamu. Komunikasikan Harapan dan Iman.” Pesan Paus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ini dilatarbelakangi oleh dunia yang saat ini tengah berada dalam lingkaran keresahan, keputusasaan, ketakutan serta kecemasan. Gereja memiliki perutusan untuk menyampaikan kabar baik dari Injil Yesus Kristus: kepercayaan dan pengharapan.

Demikian dikatakan Sekretaris Eksekutif Komisi KOMSOS KWI, RD Kamilus Pantus kepada peserta pelatihan Menulis dan Jurnalistik di Keuskupan Agung Makasar, Selasa (28/3/2017)

Romo, suster dan awam serius menyimak pesan Paus. Foto: Dok KOMSOS KWI

Pesan Paus ini dirasa penting untuk disampaikan kepada seluruh umat katolik sebagai bagian dari gereja. Vatikan sangat menyoroti isu yang tengah menjadi penyakit di masyarakat yang menimbulkan kebimbangan, keputusasaan hingga situasi yang membuat manusia goyah imannya.

Untuk mengatasi hal ini menurut Kamilus, diperlukan usaha bersama baik itu dari pemerintah, gereja dan juga umat sendiri. Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo secara tegas telah menyampaikan untuk bersama-sama menghentikan berita yang mengandung kebohongan dan fitnah. Ia pun meminta agar media mainstream dapat meluruskan berita-berita bohong tersebut. Hal senada juga ditegaskan gereja katolik melalui pesan Bapa Paus.

“Paus meminta agar media memberitakan hal-hal yang membahagiakan, memberi harapan dan menyejukkan. Bukan berita yang menyakitkan, dan membuat cemas ”kata romo yang biasa disapa Kamilus ini.

Lalu apa peran umat dalam ini? Kamilus mengingatkan agar umat tidak mudah terkecoh dengan judul yang bombastis dari sebuah berita. Karena kecenderungan kita hanya membaca judul tanpa membaca isinya, dan langsung share. “Dengan mudahnya kita membagikan.”lanjutnya.

“Gunakan sosial media untuk hal yang positif. Jangan takut untuk membagikan kebaikan dan kebenaran!”pungkas RD Kamilus.

 

Share.

About Author

Retno Wulandari

Praktisi di bidang Public Relation, Tim Komsos KWI

Comments are closed.