HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Kamis: 06 April 2017

ebelum iman akan kehidupan abadi, orang Yahudi percaya bahwa ”keabadian” mereka ditentukan oleh keturunan mereka. Semakin banyak keturunan, semakin terberkati mereka. Inilah yang kita tangkap dari perjanjian Tuhan dengan Abraham: “Aku akan membuat engkauberanak cucu sangat banyak.”

Namun, Yesus menjanjikan keabadian yang lain: “ Sungguh siapa saja yang menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Janji Tuhan kepada Abraaham masih mudah dipahami, namun janji  Yesus ini sangat tidak masuk akal. Karena itu , orang Yahudi mengatakan Dia kerasukan setan. Apalagi mereka menambahkan Abraham dan para nabi juga telah mati.” Adakah Engkau lebih besar dari  bapa kita Abraham?”

Yesus menjawab bukan Dia yang memuliakan diri-Nya, namun Allah yang adalah Bapa-Nya. Menuruti kata-kata Yesus berarti percaya kepada-Nya. Yesus adalah anak  Allah yang mengajak kita juga untuk menjadi anak – anak Allah. Yesus mengajak kita berani “ meloncat “ dari iman Abraham yang dijamin dengan tanah dan keturunan, menjadi iman anak Allah yang mengajak kita untuk menjadi anak – anak Allah juga. Mereka tak bisa menerima ini dan mau melempari Yesus dengan batu.

Bagaimana dengan kita? Kita tentu bersyukur bahwa kita sudah mengikuti Tuhan Yesus. Namun kalau mau jujur sebenarnya dalam kenyataan sehari – hari iman kita masih lebih dekat  dengan iman Abraham daripada iman anak Allah. Kita lebih mengharapkan jaminan duniawi daripada jaminan rohani . Kita lebih banyak mengkhawatirkan masalah duniawi. Kita butuh bertekun untuk membaca sabda Tuhan dan hidup darinya, maka pelan – pelan janji Allah akan semakin nyata kita rasakan.

Tuhan, aku bersyukur telah Engkau angkat menjadi anak-Mu, Sempurnakanlah apa yang masih kurang dalam diriku agar aku kelak berolah jaminan kekal yang Engkaku janjikan. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

 

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close