HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Jumat: 07 April 2017

ita hidup dalam dunia dengan pengaruh kuat dosa. Panggilan kita bukan hanya untuk tidak berdosa dan berbuat baik, tetapi dipanggil sebagai nabi untuk menyatakan kebenaran Tuhan. Namun, hal itu tidak mudah, karena kita akan ditantang bahkan dikejar-kejar oleh orang – orang yang masih betah tinggal dalam dosa. Itulah yang dialamai Yeremia dan Yesus.

Yesus bahkan mau dilempari batu oleh orang-orang Yahudi karena Dia menyatakan Allah yang mengakui manusia sebagai anak-Nya. Allah yang mau ikut campur dalam kehidupan kita sehari – hari. Allah yang demikian ini “berbahaya” bagi mereka. Kalau Allah begitu dekat dengan setiap orang dan setiap permasalahan, mereka tidak lagi bisa berkuasa, tak lagi bisa memutarbalikkan perkara demi kepentingan mereka sendiri. Maka dengan alasan “salah “ membela kemuliaan Allah, mereka menuduh Yesus menghujat Allah karena mengaku anak Allah, menyebut Allah sebagai Bapa-Nya.

Kita pun perlu waspada dengan kecenderungan kesalehan kita yang membuat kita merasa memiliki kebenaran, memiliki Gereja, bahkan memiliki Tuhan. Kecenderungan yang membuat kita tidak melihat kebaikan orang lain, apalagi bila orang itu melanggar ”daerah kekuasaan kita.“ Kecenderungan ini bukan hanya membuat kita tak mau berdialog dan bekerja sama dengan yang lain, tapi juga membuat kita tidak terbuka untuk bekerja sama dengan saudara seiman. Kita juga tidak terbuka menerima dan mendukung wajah-wajah baru yang mau melayani dan berbuat baik bagi kita.

Ya Tuhan, teguhkanlah aku selalu agar tidak takut menyatakan kebenaran-Mu walau harus menanggung risiko ditolak dan disingkirkan orang . Aku percaya, bersama-Mu aku tidak akan tersandung dan jatuh. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close