Teladan Kita

16 April, Sta. Encratia

 

Mati martir di Saragosa, Spanyol, pada pemerintahan Diocletian. Ia disiksa dengan keji karena membela iman Kristen, tapi sempat bertahan hidup di tengah kondisi tubuh yang penuh luka sebelum Encratia mati. Seorang penyair menyebut Encratia sebagai “martir yang hidup”.

Pada Sinode Saragosa tahun 592, sebuah kuil didedikasikan bagi para martir di Saragosa, dan dirayakan sebuah misa dengan istilah “Misa Encratia atau 18 martir”.

sumber dan gambar: #santibeatiit

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close