HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Kamis: 27 April 2017 (Yoh. 3:31-36)

alah satu ukuran untuk melihat kedalaman iman kita adalah kemurahan hati kita. Kita murah hati, bukan karena kita sudah memiliki berlimpah – limpah, namun karena kita bukan dari dunia ini, kita tidak terlekat pada harta benda dunia ini: Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya. Sebaliknya, bila kita masih memperebutkan hidup dan fasilitas harta benda dunia, berarti kita sebenarnya belum sungguh beriman, belum sungguh rohani: siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Itulah kesaksian Yohanes Pembaptis tentang, Yesus itu juga yang menjadi ukuran bagi hidup kita mengikuti Tuhan Yesus.

Mengimani bahwa bersatu dengan Tuhan Yesus berarti kita bukan dari dunia ini memberikan kebebasan sejati. Kita memang masih hidup di dunia ini, dan bekerja mengurus dunia ini, namun tidak tenggelam dalam urusan dunia. Kita senantiasa sadar betapa sementara kita. Kita dicipta untuk keabadian, sebagai citra Allah yang sadar bahwa kita berasal dari atas. Kesadaran inilah yang membuat hidup di dunia, namun tidak ditentukan oleh dunia. Jika kita masih tenggelam dalam urusan dunia tak mungkin kita mengikuti Tuhan Yesus sepenuhnya.

Ya Tuhan, aku masih seperti yang dulu, mencintai-Mu sampai akhir hidupku. Kesetiaan yang kuberikan hanya untuk diri-Mu, melebihi ketertarikanku akan dunia ini, karena aku tahu Engkaulah dambaan hatiku. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Orang miskin yang murah hati/ danastonestyle.blogspot.com

Tags

Related Articles

Close