Renungan Harian, Jumat: 19 Mei 2017, Yoh. 15:12-17

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

inta akan mengalahkan segala-galanya, penegasan yang tepat untuk melukiskan pemberian diri Yesus untuk keselamtan manusia, Karena cinta, Ia tak segan berbeda pendapat dengan orang Yahudi dan orang Farisi dalam menafsir isi hukum Taurat. Bagi-Nya, Hukum Taurat hanya saran yang membawa orang untuk semakin dekat dengan Tuhan, bukan sebaliknya, malah menghalang-halangi orang untuk sampai kepada pesatuan dengan Tuhan. Karena cinta, Ia perdi ke mana-mana untuk menjumpai orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan, Ia tidak tinggal diam, tetapi proaktif mencari yang membutuhkan pertolongan dari-Nya. Dan karena cinta itu, Ia merelakan diri-Nya menjadi hamba dan mengurbankan diri-Nya.

Ia menghendaki cinta itu akan tetap lestari di dunia melalui para pewaris-Nya, yaitu para rasul dan Gereja. Tetapi, Ia sadar cita-cita memperluas cinta itu hanya mungkin apabila para pewaris ini juga saling mengasihi. Karena itu, Yesus menghimbau supaya mereka saling mengasihi dengan mengambil pila dan model pada cinta-Nya. “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti aku telah mengasihi kamu” (Yoh. 15:12).

Pesan di balik penegasan Yesus adalah jadilah pewarta kasih dengan kata dan perbuatan, sama seperti Tuhan lakukan untuk manusia.

Tuhan Yesus, penuhilah hatiku dengan cinta-Mu, mampukanlah aku untuk mewartakannya melalui kata dan perbuatanku dari waktu ke waktu. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto:  Ilustrasi (Ist)

 

Share.

About Author

1 Comment

  1. Tarcisius TOCarm on

    Hukum cinta mengatasi segala hukum positif di dunia ciptaan akal budi manusia. Hukum cinta itu ilahi berasal dari Allah dan diukir dalam hati manusia, Katenanya hukum cinta melekat erat dalam diri manusis. Apabila orang melanggar hukum cinta,ia akan terus menerus jadi tergugat falsm firinya sendiri,meskipun ia berusaha menyembunyikannya dalam2.