PEKAN KOMSOS

Menengok Sekolah Para Calon Perwira di Akademi Maritim Nusantara Cilacap

BANGUNAN 7 lantai bercat biru yang terletak di Jalan Kendeng No. 307, Sidanegara, Kecamatan CIlacap Tengah, Kab.upaten Cilacap jika dilihat dari jauh tampak seperti sebuah kapal. Ternyata, bangunan yang telah berdiri sejak 1985 ini adalah kampus Akademi Maritim Nusantara (AMN). Selasa (23/5/2017) siang Mirifica.net bersama rombongan tim komsos KWI serta utusan komsos dari berbagai keuskupan di seluruh Indonesia mendapat kesempatan mengunjungi kampus pelayaran ini.

Kampus yang memiliki 1.200 siswa ini  di bawah naungan YPPK (Yayasan Pembina Pendidikan Kemaritiman) yang berafiliasi dengan Yayasan Bina Sejahtera (YSBS) di bawah para pastor Kongregasi OMI (Oblat Maria Imaculata).

AMN  mengklaim dirinya sebagai akademi pelayaran paling murah se-Indonesia. Hingga lulus diploma tiga setiap mahasiswa hanya menghabiskan ongkos sekitar 22 juta saja. Sedangkan untuk biaya kuliah profesi tarifnya kurang lebih sama dengan akademi maritim lainnya.

“Ini bukan ingin sombong tapi karena AMN bekerja sama dengan beberapa pihak,”ujar Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaann Atril Rayendra, di Cilacap.

Biaya murah ini didapat dari berbagai kerjasama antara lain dengan Miserior atau orang-orang dari luar negeri yang bersedia menyumbang khusus untuk biaya pendidikan mahasiswa. Tentu semua didapat karena bantuan YSBS dan Kongregasi OMI.

Selain itu AMN juga memperoleh dana bantuan dari pemerintah daerah. Dana-dana inilah yang kemudian dikelola hingga mampu menekan biaya kuliah. Tak hanya itu AMN juga menerapkan program beasiswa (student loan) yang khusus di tujukan untuk para siswa dari keluarga tidak mampu. Diakui Atril, akademi pelayaran yang menerapkan program student loan baru AMN, Cilacap.

“Program ini dijalankan dengan memberikan pinjaman biaya kuliah kepada siswa tidak mampu. Yang kemudian akan dikembalikan oleh siswa ketika mereka sudah bekerja,” jelas pria asli Ketapang ini.

Untuk menghindari kredit macet, pihak kampus tidak akan memberikan ijasah asli sebelum pinjaman lunas. “Saat mereka lulus kami hanya berikan fotocopy ijasah yang dilegalisir” terang Atrif yang juga alumnus AMN.

Meski tidak pernah melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, AMN tidak pernah kekurangan murid.Ini karena promosi gratis yang dilakukan para alumnus. “Selama ini siswa yang masuk ke kampus ini selalu ada karena promosi dari para alumnus AMN. Entah saudaranya, atau omnya yang telah sukses. Lalu mereka tertarik untuk menjadi seperti mereka” ujar Atrif Rayendra

Bahkan kini taruna yang belajar di AMN berasal dari hampir seluruh provinsi di Indonesia. Kampus akademi ini memiliki 3 jurusan yakni nautica, teknik mesin, dan manajemen pengelolaan pelabuhan. Para lulusan ini bisa meraih posisi tertinggi sebagai nahkoda untuk jurusan nautica, Kepala Bagian Mesin untuk jurusan Teknik, dan Kepala Pelabuhan untuk Jurusan Menajemen Pengelolaan Pelabuhan.

Fasilitas menarik yang sangat jarang didapat para lulusan yang benar-benar tidak bisa mendapat pekerjaan adalah mess sementara mereka mencari atau menunggu mendapat pekerjaan baru. “Yang aktif saat ini mess di Jakarta, Batam, Surabaya. Mereka mendapat tempat tidur dan makan gratis. Bahkan kami sudah siapkan daftar alamat serta kontak alumni yang bisa dihubungi,”ujar Atril.

Bermula di Surakarta

Berawal dari kepindahan Akademi Maritim Swasta ( AKS ) III  Surakarta yang dibawah pembinaan Yayasan Pembina Pendidikan Kemaritiman ( YPPK ) Surakarta tahun 1984 ke Cilacap, yang selanjutnya pada tanggal 14 Pebruari 1985 dengan akte Notaris Nomor 39, YPPK Surakarta berubah menjadi YPPK Cilacap, sekaligus nama Akademi berubah menjadi Akademi Maritim Nusantara Cilacap.

Karena itu tanggal 14 Pebruari 1985 ditetapkan sebagai tanggal lahirnya AMN Cilacap.  Pada tahun 1988 YPPK Cilacap bekerjasama dengan Yayasan Bina Sejahtera ( YSBS ) Cilacap yang dituangkan  dalam Akte Notaris Nomor 22 tanggal 10 Pebruari 1988, yang dalam perkembangan selanjutnya YPPK Cilacap secara penuh dibawah payung YSBS.

Pada awal-awal perkembangannya, AMN dalam operasionalnya serba dterbatas dan prihatin, baik dari segi sarana prasarana,  tanaga staf dan dosen yang masih terbatas. Juga jumlah mahasiswa yang masih sangat sedikit. Ambil contoh misalnya gedung tempat belajar mengajar harus meminjam tempat di SMP 3. Beberapa tahun kemudian pinjam tempat di losmen Sangkal Putung sampai dengan bisa membuat gedung sendiri di Jalan Kendeng yang saat ini ditempati.

Saat itu, AMN belum boleh melaksanakan ujian D III sendiri. Ujian masih menginduk di BPLP, AKPELNI dan AMNI Semarang. Namun dengan tekad kuat, semangat dan ketekunan bekerja, walaupun lambat tetapi pasti, dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan dan akhirnya saat ini AMN dapat sejajar dengan  Akademi Maritim swasta yang lain.

 

 

Tags

Retno Wulandari

Praktisi di bidang Public Relation, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close