Gairah Para Siswa SMP di Pelatihan Menulis Kreatif

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

SEJAK PAGI  pukul. 7.30 WIB Aula Wisma Elisabeth Purwokerto mulai ramai kedatangan peserta Workshop Menulis Kreatif yang digelar mulai hari ini, Rabu (24/5/2017) hingga Kamis.

Anak-anak yang sebagian besar masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 7 dan 8 tampak begitu antusias mengisi lembar registrasi. Mereka rela mengantre sementara peserta lainnya mendaftar. Beberapa peserta ada yang datang sendiri, ada pula yang diantar guru.

51 Peserta yang terdaftar berasal dari berbagai sekolah di Purwokerto, Cilacap dan sekitarnya. Tidak terbatas pada sekolah Katolik, sekolah negeri pun turut serta mengirim utusan untuk mengikuti pelatihan, sebut saja SMPN 6 Purwokerto dan SMPN 2 Karanglewas.

Dinda (13) dan Aurely (13) merupakan siswi SMPN 6 Purwokerto. Kehadiran mereka mengikuti Workshop Menulis Kreatif semata karena kecintaannya di bidang tulis menulis. Mereka jadi yang pertama mengajukan diri untuk mengikuti pelatihan ini.

“Awalnya ada 5 yang mendaftar, tapi hari ini 3 teman saya tiba – tiba tidak bisa. Akhirnya hanya kami berdua yang datang” ujar Dinda yang masih duduk di kelas 7 SMPN 6 Purwokerto.

Dinda mengaku sangat suka menulis puisi dan cerpen. Tidak hanya itu di sekolahnya baik Dinda maupun Aurely sangat aktif mengisi mading, dan pernah menjadi juara.

“Saya ingin belajar lagi, supaya bisa menulis tulisan tidak hanya puisi dan cerpen,”ujar Dinda. Sementara Aurely yang sejak tadi diam, mengaku ikut pelatihan menulis supaya bisa menulis lebih bagus. “Biar ilmu menulis saya bertambah sehingga bisa menulis lebih baik lagi,”kata Aurely

Kesempatan baik

Sementara peserta lain yang sempat dijumpai Mirifica.net adalah Valentina, Stefani, Gagas dan Dian berasal dari SMPN 2 Karanglewas. Mereka datang bersama guru meski jarak sekolah dengan lokasi pelatihan tidak terlalu jauh. Dari sekolah ke tempat pelatihan hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

Keikutsertaan mereka berkat Elisabeth Herni Widiastuti, guru pembina ektrakurikuler Buletin. “Kami sengaja memilih mereka karena mereka hobi menulis. Saya ambilkan dari anak-anak yang ikut ektra Buletin dan ekstrakurikuler mading atau majalah dinding.”

Herni menyatakan harapannya, setelah pelatihan ini, ketrampilan murid – muridnya bisa terasah dan ektrakurikuler yang ada di sekolah baik buletin dan mading dapat berkembang dan beragam.

Herni yang juga merangkap panitia PKSN KWI 2017 ketika mendengar masih kekurangan kuota peserta, ia pun berinisiatif membawa murid – muridnya. “Sebelumnya tidak pernah ada pelatihan seperti ini. Jadi ini kesempatan yang baik yang tidak boleh dilewatkan,”jelas ketua DPC Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Purwokerto ini.

Selain membawa 5 anak yang mengikuti pelatihan menulis hari ini, 6 murid lainnya dibawa untuk mengikuti pelatihan Audio Visual yang sudah digelar sejak kemarin dan masih berlangsung hingga hari ini.

Rangkaian perayaan PKSN 2017 yang berlangsung di Keuskupan Purwokerto diisi dengan berbagai kegiatan pelatihan seperti menulis, audio visual dan seminar. Pada hari ketiga ini dilaksanakan tiga kegiatan sekaligus di tempat terpisah.

Workshop Audio Visual dengan narasumber dari tim Puskat Yogyakarta dilaksanakan di Aula Keuskupan. Workshop Menulis Kreatif dipandu mantan Wartawan Senior FA Margana dan AA Kunto mantan wartawan Bernas dan motivator di Aula Elisabeth. Sementara seminar literasi digelar di Kampus Akademi Maritim Nusantara yang diikuti oleh 300 Taruna menghadirkan narasumber Prof. Eko Indrajit, Budi Sutedja Dharma Oetama, dan Errol Jonathans.

Share.

About Author

Retno Wulandari

Praktisi di bidang Public Relation, Tim Komsos KWI

Comments are closed.