HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Jumat: 02 Juni 2017, Yoh. 21:15-19

esus menanyai Petrus sampai tiga kali: “Apakah engkau mengasihi Aku? Petrus bukannya marah, tetapi sedih sebab ia teringat sudah tiga kali pula ia menyangkal Yesus. Yesus mengulangi pertanyaannya bukan karena Yesus tidak tahu jawaban Petrus, tetaapi ia mau Petrus sungguh-sungguh mencerna pertanyaan itu dan menjawabnya dengan sadar. Pertanyaan Yesus tidak sekedar apakah Petrus mencintai-Nya sebagai saudara (Philia), tetapi mencintai-Nya lebih dalam yaitu dengan cinta pengorbanan (Agape).

Tanda cinta Petrus itu memang pernah tampak. Ia pernah menghunus pedang melawan Malkhus yang mencoba menangkap Yesus. Ia pernah juga berkata rela mati untuk Yesus. Benerkah demikian? Yesus menantikan buktinya. Petrus akhirnya menjawab: “ Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”.Benar , Petrus mengasihi Yesus sampai mati. Ia wafat dengan cara disalibkan, tapi tidak sama dengan Gurunya. Ia mau mati disalibkan dengan  kepada kebawah .

Karena cintanya akan Yesus pula Paulus berani mewartakan Injil. Walaupun ditahan dalam penjara di Yerusalem. Kaisarea, dan Roma, dia tetap percaya pada Kristus. Ia menjadi rasul yang tangguh, walaupun tidak pernah berjumpa secara fisik dengan Yesus semasa hidup-Nya. Kita pun dipanggil menjadi rasul-rasul Yesus masa kini untuk saling menggembalakan satu sama  lain—bukan saling menjatuhkan atau cari selamat sendiri – sebagai satu kawanan di bawah tunutunan sang Gembala Agung Yesus Kristus.

Ya Tuhan, semoga aku mengasihi Engkau tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan hingga aku menjadi saksi-Mu yang yang terpercaya.  Amin.

Kredit Foto: Petrus menyangkal Yesus

 

Tags

Related Articles

Close