KWI

Uskup Ruteng: Yang Kurang Diperbaiki, Yang Baik Ditingkatkan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

MIRIFICA.NEWS, Jakarta – Dinamika pernyataan tarik diri dari cukup banyak imam  di Keuskupan Ruteng sesungguhnya hanyalah riak-riak kecil dari keinginan besar para imam akan adanya semangat pembaharuan di dalam Gereja. Lalu, seperti apa agiornamento atau semangat pembaharuan itu?

Sebagaimana diberitakan melalui media ini, pada Senin (12/6/2017) kemarin sempat terjadi dinamika terkait pernyataan tarik diri oleh sejumlah imam dari jabatan mereka di keuskupan Ruteng. Lalu pada sore harinya, sekitar Pkl. 17.00 para imam kemudian bertemu dan berdialog dengan Uskup Ruteng, Mgr. Hubert Leteng di Istana Keuskupan.

Sekretaris Keuskupan Ruteng, Romo Agustinus Manfred Habur mengatakan pada saat pertemuan tersebut para imam mengajukan beberapa hal tertulis untuk diklarifikasi oleh Bapa Uskup Hubert. Di antaranya adalah soal pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, managemen pastoral yang partisipatif, kebijakan personalia yang kompeten dan berintegritas serti pertobatan diri gembala demi pembaharuan gereja lokal.

“Itu sejumlah aspirasi para imam untuk pembaharuan gereja lokal,” ujar Romo Manfred.

Terkait pernyataan tarik diri dari jabatan di lingkup Gereja Keuskupan Ruteng oleh sejumlah imam, Romo Manfred menegaskan  hal itu sesungguhnya bersumber dari keinginan para imam agar Bapa Uskup Hubert dapat memimpin mereka, menggembalakan umat dengan prinsip Injili, kejujuran, kebenaran, kesejahteraan dan pertobatan.

“Perjuangan para imam ini bersumber pada semangat cinta dan pelayanan terhadap Gereja agar Gereja keuskupan Ruteng sungguh semakin menjadi Gereja yang bersedia dibangun, dibaharui, ditobatkan dan dituntun dalam bimbingan Roh Kudus,” tambahnya.

Yang Kurang Diperbaiki, Yang Baik Ditingkatkan

Usai mengadakan pertemuan dengan para imam, Bapa Uskup Hubert sempat dimintai tanggapannya terkait dinamika internal keuskupan. Kepada sejumlah media yang hadir saat itu, Bapa Uskup mengatakan kekurangan yang terjadi selama ini tentu menjadi pelajaran, sedangkan yang sudah baik akan ditingkatkan pada waktu mendatang.

Menurut Romo Manfred, saat sesi tanya jawab, Bapa Uskup Hubert selalu siap menjawab beberapa pertanyaan dari media. Sekalipun jawaban Bapa Uskup normatif saja, ia menilai Bapa Uskup sangat menghargai pendapat dan pilihan bebas setiap orang.

Romo Manfred pun menegaskan bahwa perjuangan para imam tersebut sesungguhnya bersumber pada semangat cinta dan pelayanan terhadap Gereja agar Gereja Keuskupan Ruteng semakin menjadi Gereja yang bersedia dibangun, dibaharui, ditobatkan dan dituntun dalam bimbingan Roh Kudus.

Kredit Foto: Uskup Ruteng, Mgr. Hubert Leteng/Flores.co

 

 

 

 

 

Share.

About Author

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

1 Comment