Renungan Harian, Senin: 19 Juni 2017, Mat. 5:38-42

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

ARI ini Injil berbicara tentang salah satu nasihat yang sulit, yaitu tidak membalasa dendam. Di banyak tempat berlaku hukum balas dengam (lex talionis), termasuk di dalam Taurat; “mata ganti mata, gigi ganti gigi.” Bagi kebanyakan orang, hukum balas dendam ini dianggap adil. Tetapi, sering hukum ini tidak memberikan perdamaian abadi, karena akan terjadi balas denda terus-menerus.

Yesus melawan hukum balas dendam ini. Ia mengajarkan kita untuk mengikuti hukum baru: hukum cinta kasih. Kejahatan harus dibalas dengan kebaikan, kekerasan harus dibalas dengan kelembutan, permusuahn harus dibalas dengan kasih dan pengampunan. Yesus sendiri telah memberikan contoh. Dia tidak melawan kepada orang yang menyalibkan-Nya. Ia menerima dengan sabar derita-Nya, bahkan mengampuni mereka dari atas salib. Mengikuti Yesus, Rasul Paulus, walau dimasukkan ke dalam penjara, ia tetap bersikap sabat, murni hati, baik hati, dan melaksanakan cinta kasih yang tulus!. Paulus menasihatkan kita agar rahmat Allah yang sudah kita terima tidak kita sia-siakan. Kita diajaknya untuk hidup seperti Yesus. Paus Fransiskus, ketika memaklumkan tahun Yubileum Kerahiman Allah, menulis dala Bulla Misericordiae Vultus (No. 10) bahwa kejadian itu memang penting, tetapi kita tak boleh berpusat hanya pada prinsip ini. Kita perlu melangkah maju dan berjuang untuk tujuan yang lebih tinggi dan lebih penting, yaitu belas kasih. Semoga nasihat sulit ini dapat kita laksanakan.

Ya Tuhan,  ingatkanalha aku terus untuk tidak membalas yang jahat dengan yang jahat. Berilah aku hati yang penuh kasih dan rahim seperti Engkau. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

Share.

About Author

Comments are closed.