Renungan Harian, Selasa: 20 Juni 2017, Mat. 5:13-16

0

ESUS memberi perintah: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Yesus mengajarkan sesuatu yang sulit: mengasihi musuh! Secara naluriah, lebih mudah dan masuk akal bila kita melakukan sebaliknya: membenci musuh, menjauhinya, membuatnya menderita, bahkan membunuhnya.

Yesus tak sekadar memberi ajaran baru. Dia sendiri melakukannya dari atas salin, kata-Nya: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Meneladan Yesus, Stefanus, martir pertama, mengampuni pembunuhnya. Santa Maria Goretti mengampuni juga pembunuhnya Alessandro, yang akhirnya bertobat dan hidup di biara menebus dosanya. Santo Yohanes Paulus II juga mengunjungi penembaknya Mehmet Ali Agca di penjara Rebbibia (Roma) dan mengampuninya. Banyak contoh lain. Kita pun diajak untuk melakukan yang sama. Kasih Kristiani adalah mengasihi semua orang, karena semua roang adalah anak-anak dari satu Bapa yang sama, di mana Allah memberikan matahari dan hujan bagi semua orang tanpa perbedaan. Jadi, kita tidak saja mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi juga orang yang membenci dan menyakitkan hati kita. Dengan melakukan ini, kita akan hidup dalam damai satu sama lain dan kita benar-benar murid Yesus sejati.

Ya Tuhan, bersihkanlah hatiku dari rasa benci dan dendam, agar aku dapat mengasihi semua orang dengan kasih-Mu, termasuk mengasihi lawan dan musuhku. Amin.

Sumber: Ziarah Bati 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

Share.

About Author

Comments are closed.