HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Selasa: 27 Juni 2017, Mat. 7:6.12-14)

ENENTUKAN panggilan hidup berarti menjatuhkan pilihan yang seringkali tidak selalu enak. Itulah yang terjadi pada Abraham dan Lot. Menghindari pertengkaran, mereka berpisah baik-baik. Abraham memberikan kesempatan pertama kepada Lot untuk memilih tempat tinggalnya. Abraham mengalahkan dirinya untuk tidak mencari kesenangan diriya lebih dahulu. Lot memilih Lembah Yordan. Abraham tinggal di Kanaan.

Tidak mencari enak sendiri adalah cara hidup yang diajarkan Yesus. Sabda-Nya, “ Segala sesuatu yang kamu inginkan orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada orang lain” (Mat. 7:12). Ajaran ini merupakan isi hukum Taurat dan Kitab para nabi. Jalan emas ini dikatakan juga oleh Penulis Romawi, Seneca: “Si vis amari, ama”, artinya kalau engkau ingin damai, maka cintailah dulu orang lain. Cinta tentu menuntut pengurbanan. Tanpa pengurbanan diri, tak mungkin kita hidup damai dan bahagia. Inilah juga yang menjadi pengalaman kita dalam keluarga dan kerja. Bila kita menempuh jalan kehidupan, jalannya memang “sempit.” Itulah jalan salib. Tetapi, jalan ini pula yang mengarah ke kebahagiaan. Yesus sendiri telah mengalaminya: kebangkitan hanya terjadi lewat salib.

Hari ini kita memperingati St. Ireneus, seorang uskup Lyon (Perancis) dan martir pada abad kedua. Ireneus tidak mencari enak sendiri. Dia mengurbankan dirinya demi ajaran yang benar. Dia melawan ajaran bidah Gnostik pada waktu itu, yang ditulisnya dalam bukunya “Adversus Haereses”. Hidup dan kegembalaannya penuh pengorbanan diri dan itulah yang mengantarkannya kini hidup bahagia di surga. Jalan hidup kita pun tidak selalu enak, tetapi harus kita tempuh karena itulah jalan menuju kebahagiaan.

Ya Tuhan, tolonglah aku untuk bisa hidup damai dengan orang lain, dengan berani mengurbankan diriku dan tidak mencari kesenangan diri sendiri. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Menjadi Pelayan Tuhan/Santo Ireneus

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close