HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Sabtu: 05 Agustus 2017, Mat. 14:1-12

ETIAP 50 tahun Gereja merayakan tahun Yubileum. Tahun Yubileum terakhir adalah Tahun Jubileum 2000. Tahun 2016 lalu, kita merayakan Tahun Yubileum Luar Biasa, karena dibuat di luar kebiasaan, untuk suatu maksud khusus, yakni Kerahiman Allah. Dalam tahun Jubileum Luar Biasa Kerahiman Allah, diharapkan dan diusahakan banyak orang mengalami pembebasan dan perdamaian dengan Allah melalui berbagai sarana-sarana, terutama Sakramen Pengampunan.

Bacaan pertama melukiskan penetapan Tahun Yobel, Tahun Perdamaian, di kalangan bangsa Israel, atas perintah Allah. Musa menetapkan dan menegakkan praktik tahun Yobel sebagai kesempatan untuk mengalami perdamaian dan pendamaian dari belenggu-belenggu yang mengikat dan dari kecurangan-kecurangan yang pernah dibuat. Pada tahun Yobel itu, siapa pun harus membebaskan dirinya dari perbuatan-perbuatan yang tak berkenan kepada Allah. Injil hari ini, sebaliknya, memperlihatkan sikap Herodes yang justru mengikat dirinya dengan kejahatan dan mengorbankan Yohanes demi janji yang sudah diucapkannya.

Dewasa ini banyak orang mengalami korban ketidakadilan, kekerasan, ketamakan, dan keserakahan orang lain. Di satu sisi mungkin kitalah yang menjadi korbannya, namun di sisi lain terkadang kita juga menjadi pelaku ketidakadilan, kekerasan, ketamakan, dan keserakahan itu. Kita menjadi Herodes bagi sesama kita, di dalam keluarga, komunitas, tempat kerja dan masyarakat kita. Hari ini kita diajak untuk menciptakan perdamaian dan memberikan pengampunan sejati.

Ya Allah, semoga pengalaman akan kerahiman-Mu membuat dan menggerakkan aku untuk melepaskan belenggu-belenggu yang aku buat bagi orang lain. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Tahun kerahiman/WordPress.com

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close