Renungan Harian, Senin: 17 Juli 2017, Mat. 10:34-11:1

0

ELALU ada kontras antara anak-anak Allah dengan anak-anak dunia. Raja baru yang memerintah Mesir takut bahwa bangsa Isreal akan melawan mereka. Orang-orang Israel ditindas dan disiksa dengan kejam, tetapi jumlah mereka makin banyak dan berkembang (bdk. Kel. 1:12). Yesus pernah mengingatkan bahw firman-Nya akan menjadi ‘pedang’ yang membedakan para  pengikut-Nya dan anak-anak dunia (bdk. Mat. 10:34). Konflik tidak selalu buruk, sebab ia mungkin merupakan kesempatan untuk memurnikan motivasi dan iman. Firman Tuhan adalah ukuran yang setiap kali harus dipakai oleh para pengikut Kristus untuk menentukan kebenaran yang harus dipegang teguh dalam situasi-situasi penindasan dan perbantahan. Iman seharusnya membawa sikap Kristus yang akan mendewasakan diri sesorang dan secara khsusus membantunya memutuskan dengan tepat.

Penolakan dan perlawanan dunia terhadap orang-orang Kristen di zaman ktia ini kadang-kadang membingungkan dan mengecilkan hatu. Kesatuan keuarga-keluarga terancam oleh pemikiran-pemikiran baru yang mempertanyakan sikap iman, dan yang paling mudah terseret adalah kaum muda Kristiani. Kita mesti kembali kepada Firman Tuhan dalam Kitab Suci beserta penafsirannya secara tepat dalam bimbingan Gereja, agar diteguhkan untuk berada di jalan yang benar, yakni jalan kedamaian dan cinta kasih.

Tuhan Yesus, Engkau telah menyampaikan firman yang menjadi pegangan bagi hidup di dunia ini. Semoga aku setia pada firman-Mu itu dan tekun mengusahakan perdamaian di mana pun aku berada. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: kekuatan doa/Ilustrasi (Ist)

 

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply