Renungan Harian, Selasa: 01 Agustus 2017, Hari Biasa

0

UDAH banyak terjadi, dalam keadaan kalap manusia dapat melakukan hal apa saja, bahkan yang paling keji dan sadis sekalipun. Itulah sebabnya, Santo Ignasius dalam  Latihan Rohani mengingatkan kita untuk tidak mengambil suatu keputusan ketika dalam keadaan diri dan disposisi batin yang ekstrim, baik senang maupun susah. Suatu keputusan mestinya lahir dari suatu ketenangan batin.

Musa menyediakan suatu tempt pertemuan dengan Allah, yang diberi nama Kemah Pertemuan, sebagai tempat baginya dan orang-orang Israel untuk mencari Allah. Ia menempatkan kemah itu di luar perkemahan agar dalam keheningan mereka dapat mendengarkan Sabda Allah. Kemah dan tiang awan di atasnya menjadi tanda bagi bangsa Israel bahwa Allah ada dan sedang berbicara dengan Musa. Perumpamaan yang disampaikan Yesus melukiskan kesabaran Allah terhadap anak-anak manusia. Allah membiarkan gandum dan ilalang tumbuh bersama, namun tahu dengan pasti kapan saat menuai dan memisahkan biji gandum dari buah ilalang. Kesabaran dan waktu yang diberikan Allah mestinya ditangggapi dengan kemauan dan usaha untuk mencari Allah yang menuntun jalan hidup setiap orang. Mencari dan berbicara dengan Allah dalam keheningan adalah jalan dan cara untuk menghadappi persimpangan antara kebaikan dan kejahatan.

Ya Allah, berilah aku kerinduan untuk selalu mencari dan menemukan Engkau di di saat aku harus memilih. Amen.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto:  Kemah Musa/WordPress.com

Share.

About Author

Comments are closed.