HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Sabtu: 19 Agustus 2017, Mat. 19:13-15

SETIAP tahun para imam membarui janji imamatnya (Kamis Putih atau hari sebelumnya). Setiap malam Paskah kita membarui janji-janji baptis kita. Demikian pula dalam kesempatan perayaan hari ulang tahun perkawinan sering diadakan pembaruan janji perkawinan. Momentun pembaruan janji seperti itu adalah kesempatan untuk menyatakan lagi komitmen terhadap janji yang sudah kita ucapkan.

Kesetiaan Allah bersifat kekal, namun kesetiaan manusia bersifat dinamis. Kesetiaan manusia bagaikan air laut yang mengenal pasang-surutnya. Sejarah bangsa Israel membuktikan jatuh bangun kesetiaan manusia (dan suatu bangsa). Karena itu, wajarlah jika Yosua, pada akhir hidupnya, menantang dan mengajak bangsa Israel untuk membarui pilihan dan komitmen mereka kepada Allah. Ia menyatakan pilihan mereka kepada Allah. Kita perlu belajar dari anak-anak, yang masih polos dan lugu, tidak gampang mempercayai orang lain selain orang tuanya, dan tetap percaya pada orang tuanya. Karena itu, Yesus menjadikan anak-anak sebagai model yang perlu dicontoh, dan bukannya dihalagi-halangi, untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Ya Allah, aku lemah dan kesetiaannku rapuh; kuatkanlah aku dengan Roh-Mu agar aku sungguh setia terhadap pilihan-pilihan hidupku, terutama pilihan untuk percaya kepada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit: Ilustrasi (Ist)

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close