KWISEPUTAR VATIKANUrbi

Semarak Perayaan 72 Tahun Kemerdekaan RI: Menjadi 100 % Katolik, 100 % Indonesia

MIRIFICA.NEWS, Jakarta – Semarak perayaan 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia dirasakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Seluruh anak bangsa tampak begitu antusias dan bergelora merayakan hari kemerdekaan Indonesia, Kamis (17/8/2017), tidak terkecuali umat Katolik Indonesia.

Di dalam negeri dan di luar negeri, umat Katolik ikut berpartisipasi. Bahkan sehari sebelumnya, yakni 16 Agustus Gereja Katolik Indonesia punya tradisi khusus melaksanakan misa Hari Kemerdekaan Indonesia. Dalam perayaan misa ini, ungkapan terkenal dari Mgr. Albertus Soegijapranata (Alm), yakni  “100 % Katolik dan 100 % Indonesia” acapkali digemakan kembali dari mimbar-mimbar Gereja.

Lantas bagaimana keterlibatan umat Katolik dalam memperingati 72 tahun kemerdekaan RI kemarin, berikut  potretnya:

Dari kota hujan, Bogor, kami sempat mendapat beberapa foto keikutsertaan Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno. Bersama dengan tokoh-tokoh agama lainnya seperti Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Kong Hu Cu, Mgr. Paskalis terlibat dalam kebaktian bersama yang diselenggarakan di Makorem Bogor di Jln.Meredeka, Bogor.

Mgr. Paskalis Bruno bersama sejumlah tokoh agama lainnya setelah kebaktian bersama di Makorem Bogor/Sumber Foto: Grup WA “Santa Elisabeth,Bojong Gede Bogor”.
Umat Katolik yang ikut dalam kebaktian bersama memperingati 72 tahun kemerdekaan Indonesia di Makorem Bogor/Sumber Foto: Grup WA “Santa Elisabeth,Bojong Gede Bogor”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari Semarang, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko juga tampak hadir dalam perayaan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan sejumlah elemen masyarakat lainya, seperti Pemuda Katolik Komda Jawa Tengah, Mgr. Rubyatmoko ikut merayakan peringatan 72 tahun kemerdekaan RI.

Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko didampingi elemen Pemuda Katolik dan Pemuda Islam dalam perayaan peringatan 72 Tahun Kemerdekaan RI di Semarang/Sumber: Group Whatsup “Peduli NTT dan Indonesia”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meski hujan deras sehingga menyebabkan lokasi perayaan 72 Peringatan Kemerdekaan tergenang air, Pastor Petrus Prilion, MSF bersama umat katolik tetap merayakan upacara bendera. “Banjir bukan penghalang untuk mengenang detik-detik proklamasi dan mengibarkan Bendera Merah-Putih. Banjir adalah kondisi riil. Tak perlu dihadapi dengan keluh…sebaliknya diterima dengan syukur maka KEMERDEKAAN dirasakan dan bahagialah hatimu,” tulis Yohanes Nuban, salah satu umat Paroki St. Lukas Temindung, Samarinda, tempat Pastor Petrus berkarya.

 

Pastor Petrus Prilion, MSF saat memimpin upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia Kredit: Yohanes Nuban
Banjir – Meski banjir paskibraka di Gereja Katolik St. Lukas Temindung tetap menaikan bendera Merah Putih/Kredit Yohanes Nuban

 

 

 

 

 

 

 

 

Semarak perayaan 72 tahun Kemerdekaan Indonesia juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang berada di kota Roma, Italia. Tepatnya di Kedutaan Besar Indonesia untuk Italia, sejumlah suster asal Indonesia yang saat ini berkarya di Italia juga turut menghadiri perayaan teresebut.

Suster Isna Deona bersama dua rekannnya saat menghadiri perayaan 72 tahun Kemerdekaan RI di kedutaan Indonesia di Roma/Kredit: Sr. Isna Deona dari Roma, Italia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close