Renungan Harian, Senin: 21 Agustus 2017, Mat. 19:16-22

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

WALAU sudah dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), korupsi tetap saja terjadi. Walau sejumalh orang telah dihukum mati karena kasus narkona, bisnis narkoba jalan terus. Walau pemerintah mengusahakan Undang-undang antikekerasan seksual, korban kejahatan seksua terus berjatuhan. Mengapa semua hal itu terjadi?

Dinamika kehidupan bangsa Israel sesudah wafatnya pemimpin-pemimpin besar (Musa dan Yosua) memperlihatkan betapa mudahnya bangsa itu kembali kepada dewa-dewi yang diperkenalkan oleh orang-orang di sekitar mereka. Kesetiaan kepada Allah begitu gampang digerogoti oleh tawaran-tawaran lain yang dirasa lebih menyenangkan dan menyelamatkan mereka. Allah berkali-kali membangkitkan para hakim di antara mereka, namun kesetiaan mereka hanya bertahan sebatas hakim itu masih berada di antara mereka. Kisah pemuda yang diceritakan dalam Injil memperlihatkan jiwa seorang yang sulit mengikuti Yesus karena tidak mampu melepaskan diri dari kelekatan terhadap harta yang dimilikinya. Harta yang digenggam dirasakan sebagai pegangan yang lebih menjanjikan ketimbang tawaran mengikuti Yesus. Demikianlah ketika kekuasaan, harta, dan kesenangan dijadikan pegangan hidup, orang tidak mudah berpaling dan mengikuti jalan kebenaran.

Ya Allah, sembuhkanlah aku dari kebutaan yang disebabkan oleh kelekatan diri terhadap apa yang dipandang sebagai pegangan dan jaminan hidup; semoga aku menjadikan Engkau sebagai harta paling berharga bagiku. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto:  Ilsutrasi (Ist)

Share.

About Author

Comments are closed.