Brevir Siang: Senin, 21 Agustus 2017 Pekan Biasa XX – O PEKAN IV Pw. S. Pius X, Paus (P)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya

MADAH

Engkau Tuhan raja mulya

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),129-136

SabdaMu mengagumkan, ya Tuhan,*

aku berpegang padanya.

Singkapkanlah firmanMu yang memberi terang,*

yang memberi pengertian kepada orang yang bersahaja.

Dengan mulut ternganga aku termengah-mengah,*

sebab aku rindu akan perintahMu.

Perhatikan daku dan kasihanilah aku,*

sebab aku cinta padaMu.

Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu,*

janganlah kejahatan menguasai aku.

Bebaskanlah aku dari penindasan,*

supaya aku berpegang pada titahMu.

Pandanglah hambaMu dengan wajah berseri,*

ajarkanlah kehendakMu kepadaku.

Air mataku berlinang-linang,*

sebab banyak orang tidak berpegang pada hukumMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan.

Antifon

Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?

Mazmur 81 (82)

Allah memimpin sidang surgawi,*

menghakimi para dewata:

“Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim,*

dan memihak kepada orang jahat?

Belalah orang lemah dan yatim piatu,*

berilah keadilan kepada orang hina dan papa.

Luputkanlah orang lemah dan miskin,*

luputkanlah mereka dari tangan orang berdosa”.

Para dewata kehilangan akal berkeliaran dalam kegelapan,*

segala dasar bumi goyang.

“Tadinya kukira kamu semua dewata,*

putera Allah yang mahatinggi.

Nyatanya kamu mati seperti manusia,*

tewas seperti perwira gadungan”.

Bangkitlah, ya Allah, hakimilah bumi,*

rajailah sendiri segala bangsa.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?

Antifon

Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*

dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*

dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*

Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*

dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*

entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*

pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*

sedangkan mereka hanya peperangan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

BACAAN SINGKAT

(Im 20,26)

Hendaklah kamu kudus, sebab Aku Tuhanmu kudus. Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milikKu.

P: Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan.

U: Umat yang terpilih menjadi milikNya.

DOA PENUTUP

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Share.

About Author

Comments are closed.