Menjadi Lektor atau Penyiar Radio, Errol: Ini Soal Bertutur

0

MIRIFICA.NEWS, PALANGKA RAYA – 60 Siswa/i St. Petrus Kanisius, St. Paulus, dan Seminari Raja Damai Palangka Raya mendapat giliran satu per satu untuk mensimulasikan diri menjadi lektor atau penyiar radio. Kesempatan ini dijembatani oleh Errol Jonathans selaku fasilitator dalam pelatihan “Menjadi Lektor dan Penyiar Radio” kerjasama Komsos KWI dan Komsos Palangka Raya.

Sepuluh orang pertama adalah golongan lektor. Dengan bacaan yang beragam, Errol dan peserta lain menyimak lalu memberi masukan dari presentasi masing-masing peserta. Ada yang intonasinya sudah baik tapi temponya terlalu cepat, ada juga yang vokalnya nyaring tapi kurang eye contact.

Lima orang selanjutnya berasal dari golongan penyiar radio. Ada yang menjadi penyiar tunggal, ada pula yang berpasangan. Dari berbagai masukan untuk peserta, Errol menegaskan, “Ini masalah bertutur, bukan membaca. Pendengar dapat membedakan lektor/penyiar yang bertutur atau membaca dari teks.”

 

Share.

About Author

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Leave A Reply