Renungan Harian, Kamis, 14 September 2017, Yoh. 3: 13 – 17

0

EGITU besar kasih Allah kepada umat manusia.Ia menghendaki agar manusia ciptaan-Nya yang sesuai dengan rupa dan citra-Nya sendiri tidak binasa melainkan selamat dan bahagia. Karena itulah Ia mengutus Yesus Kristus, Putera tunggal-Nya untuk memulihkan kembali hubungan kita dengan Allah Bapa yang putus akibat dosa dan maut. Dia dating ke dunia “…bukan untk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya”.Penderitaan yang dahsyat, sengsara yang mengerikan sampai wafat di kayu salib merupakan konsekuensi dari pilihan Allah yang mau menyelamatkan dan membahagiakan umat manusia.Sulit dipahami mesteri kasih Allah ini.

Kesulitan, penderitaan, dan aneka persoalan yang kita alami merupakan bagian dari salib kehidupan selama di dunia ini.Mengalami pengalaman”salib” ini, tidak berarti bahwa Tuhan tidak menyertai dan memberkati kita.Maka, ketika kita mengalami aneka persoalan itu, hendaklah kita tidak putus asa.Tetaplah berharap pada kasih dan kemurahan Tuhan. Dia pasti akan memberikan kekuatan dan penghiburan agar kita mampu menghadapi semua ini.

Ya Bapa yang maha pengasih dan penyayang, seperti halnya Engkau telah memberikan kekuatan kepada Yesus ketika Dia mengalami penderitaan sampai wafat di kayu salib, semoga dengan kekuatan ilahi-Mu, aku mampu menghadapi dan mengatasi semua tantangan dan kesulitan selama di duni ini. Oleh salib suci-Mu, selamatkanlah aku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

 

Share.

About Author

Leave A Reply