Dirjen IKP: Sebebas-bebasnya Ber-medsos, Tetap Ada Batasnya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

 

MIRIFICA.NEWS, JAKARTA – Menindaklanjuti pembahasan antara kementerian dan KWI, diadakanlah Forum Dialog dan Literasi Media kerjasama Kemenkominfo, KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia), dan FMKI (Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia). Acara ini diadakan di Civita Youth Camp, Ciputat, bagi OMK Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Bogor, hari ini sampai besok.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti, hadir dan membuka pelatihan pemanfaatan media sosial (medsos) ini dengan membagikan fenomena media sosial yang punya kekuatan baru untuk sesuatu yang positif.

“Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, ada peran media sosial. Pers atau ber-medsos memang punya kebebasan, tapi kebebasan itu seringkali dipakai dengan tidak bertanggung jawab. Sebebas-bebasnya ber-medsos, tetap ada koridornya, ada batasnya,” ujar Niken.

Niken menekankan, “Manusia di seluruh dunia ada 7.4 miliar. 50% di antaranya adalah pengguna internet, 37%nya aktif di media sosial atau 2.7 miliar orang. Kalau di Indonesia beda lagi, dari 266 juta penduduk, ada 371 juta HP yang beredar. Yang aktif di media sosial ada 106 juta. Kalau tidak dimanfaatkan media sosial secara baik, maka akan berdampak bagi bangsa dan negara.”

Pelatihan pemanfaatan media sosial ini dirancang untuk tujuh kota di Indonesia: Jakarta, Malang, Kupang, Medan, Bandung, Semarang, dan Manado.

Share.

About Author

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Comments are closed.