Sampaikan Syukur dan Terima Kasihnya, Pastor Tom Uzhunnalil: Saya Tidak Takut pada Senjata

0

PASTOR Tom Uzhunnalil , Misionaris Salesian yang dibebaskan setelah 18 bulan mendekam dalam penjara oleh ISIS, tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada siapapun atas segala doa dan bantuan yang telah diberikan kepadanya. Ucapan terima kasih itu ia sampaikan dalam suatu upacara pembaruan komitmennya  untuk kembali berkarya melayani Tuhan.

“Berkat doa dan bantuan yang telah anda berikan kepada saya melalui Allah akhirnya saya pun dibebaskan” kata Tom pada Sabtu (16/9) di Roma. Tom mengatakan bahwa ia tidak tahu harus  bagaimana membalas semua kebaikan itu, namun ia berkeyakinan Tuhan akan membalas dan memberkati semua kebaikan  dari mereka yang telah mendoakan dan menolongnya.

“Semoga suatu hari nanti kita dapat berkumpul bersama untuk memuji Allah, karena kita memiliki satu tujuan, dan bahwa tujuan itu nyata adanya. Semoga itu terjadi, kita bersyukur, kita berterima kasih kepada Tuhan yang telah membebaskan saya dari penjara selama 18 bulan, saya adalah pelayan-Nya, maka saya akan membiarkan Tuhan untuk menggunakan saya seturut kehendak-Nya”, katanya saat konferensi pers di Biara Pusat Salesian, Roma.

Pastor Tom menegaskan pembebasan dirinya merupakan bentuk campur tangan Tuhan, dan karena itu menjadi suatu kewajiban untuk mendoakan dan mengurbankan diri bagi sesama lain yang sedang menderita di berbagai belahan dunia, di negaranya India, di banyak negara lainnya, baik orang Kristen, Islam, Hindu, dan semua orang yang berkehendak baik. Ia meyakini bahwa banyak orang telah menunjukkan kehendak baik mereka hingga ia pun dibebaskan.

“Saya tidak percaya pada senjata, senjata terbaik melawan musuh adalah cinta, doa, pengampunan”, pungkasnya.

 

Berita lengkap dapat dibaca di Catholic Agency News, dipublikasi pada tanggal 16 September 2017 oleh Hannah Brockhaus.

 

Share.

About Author

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Comments are closed.