KWI

Marthinus Hukom: Tiga Tanda Meradikalnya Sebuah Agama/Paham

MIRIFICA.NEWS, MEDAN – Ada tiga tanda bahwa sebuah agama akan menjadi radikal. “Pertama, agama tersebut mengklaim bahwa agamanya adalah kebenaran yang absolut. Ketika seseorang mengatakan agamanya paling benar, marilah kita membahasakan pernyataan itu bukan sebagai kebenaran, tapi sebagai bahasa cinta dan iman,” tegas Marthinus Hukom, Direktur Penegakan Hukum BNPT.

Pembahasan ini menyangkut isu terorisme dan radikalisme via media sosial dalam Forum Dialog dan Literasi Media bagi OMK Keuskupan Agung Medan, sore ini, di Catholic Center Christosophia, Medan.

Ciri yang kedua, ketaatan yang buta. “Beragama itu juga harus ratio (akal sehat). Bila pemuka agama mengatakan sesuatu dan langsung diikuti, itu bisa berarah ke kejahatan,” tegas Marthinus.

Ia menegaskan, pakaian dan atribut agama hanya sarana, bukan tujuan dari agama. “Tujuan agama itu Tuhan. Bila tujuannya salah, nanti orang akan memaksakan yang lain untuk mengikuti agamanya. Sampai terjadi yang ketiga, agama tersebut menyatakan perang suci,” jelas Marthinus.

“Sebagai pemuda Katolik, hal ini tidak boleh terjadi. Jangan kita menyatakan kita beragama, lalu Indonesia. Kita mencari perekat universal dari perbedaan kita, pasti agama yang berbeda lebih terikat dan lebih menonjol nasionalisme kita,” usul Marthinus.

KITA KELUAR DARI BOX KITA, KITA ADAKAN DIALOG DENGAN SAUDARA AGAMA LAIN. KITA BERGANDENG TANGAN DENGAN PEMUDA MUSLIM, PROTESTAN, YANG LAINNYA, DAN KITA LAKUKAN DIALOG BUDAYA. YANG PENTING ADALAH MENHARGAI PERBEDAAN

– Brigjen Pol. Marthinus Hukom, SIK.

Tags

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

Close