HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Senin: 23 Oktober 2017, Luk. 12:13-21

ANUSIA kerap dibutakan oleh hal-hal yang bersifat duniawi. Harta kekayaan dipandang sebagai hal yang paling penting sehingga menjadi kriteria kesuksesan dan harga diri. Status sosial seseorang dalam masyarakat sering kali dikaitkan dengan hidup berpunya atau tidak. Dengan harta seolah-olah segalanya dapat dikuasai bahkan bila mungkin membeli kebahagiaan.

Yesus mengajarkan kebijakan hidup berhadapan dengan harta dan hal duniawi. Ia mengawaskan agar manusia tidak terlena oleh kesenangan dan kelekatan terhadap segala hal yang fana. Kelekatan materi dapat membutakan hidup manusia sehingga melupakan makna dan tujuan hidup sesunggguhnya, yakni cinta dan kehidupan kekal. Kesuksesan, harta kekayaan dan popularitas akan pudar dan hilang, tetapi harta surgawi dalam rupa kebaikan, cinta kasih dan iman tidak akan berkesudahan. Keselamatan dan kehidupan kekal diperoleh bukan dari kefanaan melainkan karena iman. Abraham karena imannya telah dibenarkan dan ia memperoleh pemenuhan janji keselamatan. Apakah aku lebih mementingkan hidup duniawi daripada hal surgawi dalam segala tugas dan pekerjaanku?

Tuhan, aku sering kali mementingkan keinginan duniawi daripada kehendak-Mu. Bantulah dan kuatkanlah aku agar memiliki kepedulian terhadap sesama serta mengutamakan kehendak-Mu. Amin.

 

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

Kredit Foto     : Ilustrasi (Ist)

Tags

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Related Articles

Close