HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Selasa: 24 Oktober 2017, Luk. 12:35-38

ASPADA tidak berarti tidak lengah atau menjadikan siap siaga. Kewaspadaan merupakan sebuah tindak mawas diri untuk tidak terbuai, terlena atau terbenam dalam sesuatu hal. Seseorang yang pinggangnya tetap berikat dan pelitanya bernyala adalah seorang hamba yang siap selalu melayani serta memaknai hidup dan waktunya. Sikap kewaspadaan demikian yang diingatkan oleh Yesus dalam menyikapi dan mengisi hidup dengan iman. Kewaspadaan ini diajarkan-Nya agar orang yang percaya tetap setia, optiims, seraya mampu menyiapkan diri akan berbagai hal yang akan datang dalam hidup, terutama berkenaan dengan kedatangan kembali Tuhan dalam hidup kita. “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala” (Luk.12:35).

Sikap setia dan siaga yang dijalankan lahir dengan sepenuh hati karena iman. Iman akan Yesus Kristus inilah yang telah menyelamatkan kita dari dosa dan maut. Rasul Paulus menegaskan bahwa karena dosa manusia pertama maka maut menjalar kepada semua orang yang telah berdosa. Tetapi oleh kasih karunia Allah dalam diri Yesus Krisut manusia dibenarkan dan diselamatkan untuk hidup kekal (bdk. Rm. 5:21). Semoga kita semua mampu mengisi hidup dan memaknainya dalam iman akan Yesus yang menyelamatkan, sambil tetap siap siaga akan berbagai godaan dan penyesatan yang menjauhkan kita dari jalan Tuhan.

Tuhan Yesus, berilah aku iman yang kuat agar tetap setia kepada-Mu di tengah tantangan dan godaan dunia ini. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

Kredit Foto     : Ilustrasi (Ist)

 

 

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

One Comment

error: Content is protected !!
Close