Renungan Harian, Selasa: 14 November 2017, Luk 17:7-10

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

ERNARD Sesboue, seorang teolog Perancis, mengatakan bahwa salah satu “alergi” bagi orang modern di zaman ini adalah ajaran dan gambaran mengenai Allah sebagai yang Mahakuasa atas seluruh alam semesta dan harus disembah dengan ketaatan. Mereka tidak sanggup memahami bahwa manusia adalah “hamba” dari Allah.

Gambaran Allah yang menjadi “alergi” tersebut terasa sekali dalam sabda Yesus hari ini. Yesus menampilkan gambara relasi majikan dan hamba, yang seakan membenarkan bahwa Allah adalah majikan dan manusia adalah hamba. Apakah Allah memang sedemikian “kejam”? Bagaimana dengan belas kasih-Nya? Kiranya Kitab Kebijaksanaan memberi penjelasan yang inspiratif.

Penulis Kitab Kebijaksanaan menegaskan bahwa kebahagiaan manusia ada di tangan Allah yang telah menciptakan manusia” untuk kebakaan dan menjadikannya gambar hakikat-Nya sendiri”. Maka, ketaatan bukan sekedar sebuah sikap tunduk menghamba. Ketaatan kepada Allah adalah pilihan manusia yang disadari oleh iman bahwa kehendak Allah adalah kebahagiaan sejati bagi manusia.

Memberikan dan menyerahkan diri kepada kehendak Allah, sebagaimana digambarkan oleh sikap hamba kepada tuannya, adalah ungkapan ketaatan iman itu. Hanya dalam iman, manusia bisa memahami kebaikan Allah dan mengalami keselamtan.

Bapa yang penuh kasih, berilah aku kerendahan hati dan mampukanlah aku untuk taat kepada-Mu sebagai ungkapan imanku. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

Kredit Foto     :Bernard Sesboue, Teolog Perancis/Youtube

Share.

About Author

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Leave A Reply