HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Rabu: 15 November 2017, Luk.17:11-19

ATA orang, manusia itu tempatnya lupa. Kisah sepuluh orang kusta yang disembuhkan kiranya bisa membenarkan ungkapan itu. Ada sepuluh orang yang disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali untuk berterima kasih kepada Yesus.

Tidak mudah rupanya untuk menyadari kebaikan yang didapat dari orang lain. Mungkin lebih tidak mudah lagi menyadari bahwa dalam hidup kita ada begitu banyak kebaikan yang berasal dari Allah. Kitab Kebijaksanaan menampilkan pula orang-orang yang lupa akan Allah karena merasa memiliki kuasa. Para pemimpin yang lupa, yang main kuasa, yang menyalahgunakan kekuasaan, yang merasa di atas segalanya. Para penguasa yang lupa bahwa kekuasaan dan kekuatan yang mereka miliki hanya debu di hadapan Allah.

Tetapi, tidak semua orang terlena dan lupa. Dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan, ada seorang yang kembali kepada Yesus dan berterima kasih atas kesembuhan yang dialami. Kiranya ia adalah potret manusia yang sadar akan kebaikan Allah. Kepadanya Yesus lalu berkata, “imanmu telah menyelamatkan engkau”. Sepuluh orang disembuhkan, tetapi hanya satu yang mendapat keselamatan. Ia diselamatkan karena iman, karena ia menolak lupa akan kebaikan yang ia terima. Yesus mengajak kita selalu menyadari kasih Allah dan senantiasa “mencondongkan telinga dan merindukan perkataan Allah”.

Allah yang mahabaik, ingatkanlah aku selalu akan kebaikan-Mu dan penuhilah hatiku dengan syukur akan keindahan hidup yang aku terima dari-Mu. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

Kredit Foto     : Sepuluh Orang Kusta/afkimel.wordpress.com

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

error: Content is protected !!
Close