Renungan Harian, Rabu: 06 Desember 2017, Mat. 15:29-37

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

ANUSIA beriman tidak dapat hidup di luar Allah. Bangsa Israel dalam ziarahnya menuju tanah terjanji selalu berharap pada pertolongan Allah. Bangsa Israel yang setia dan tabah dalam pergumulan dan perjuangan menuju tanah terjanji diperhatikan Allah. Kepada mereka yang setia Allah berjanji akan menghapus air mata dari segal murka dan aib akan dijauhkan-Nya dari seluruh muka bumi. Orang-orang beriman akan berseru: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan supaya kita diselamatkan” (Yes.25:9). Berbahagialah yang berharap dan percaya kepada Allah.

Yesus tergerak oleh belas kasihan kepada banyak orang yang mengikuti Dia. Belas kasih menjadi dasar untuk melakukan sesuatu bagi mereka.

Banyak orang mengikuti Yesus kemana saja Dia pergi karena beragam motivasi yang mereka miliki. Ada yang kagum dengan ajaran Yesus, ada yang tertarik untuk melihat Yesus melakukan mukjizat, tetapi ada yang berharap Dia akan menjadi raja atas mereka.

“Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu” (Mat. 16: 32). Menjadi murid Yesus berarti menjadi manusia yang mampu berbelas kasih kepada sesama. Akan tetapi, tidak melulu berbelas kasih kepada sesama yang baik terhadap kita, melainkan juga kepada mereka yang kita benci dan mereka yang membenci kita.

Ya Tuhan, ajarilah aku untuk senantiasa bersyukur dan berbelas kasih. Jadikanlah hidupku tanda pergandaan kasih bagi sesama. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta.

Share.

About Author

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Leave A Reply