HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Rabu, 03 Januari 2018, Yoh. 1:29-34

ADA umumnya orang menyukai bahkan mencari popularitas. Menjadi pribadi terkenal dan terhormat bisa menjadi cita-cita. Seiring dengan itu, kerap kali orang yang bersangkutan merasa alergi pada kritikan dan cemburu pada kesuksesan orang lain.

Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang popular pada zamannya, bahkan banyak orang mengira bahwa dia adalah Mesias. Namun, popularitas yang dimilikinya bukan sesuatu yang dicita-citakan, apalagi menjadi sebuah obsesi. Ia popular karena charisma dan misinya mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias.

Maka ketika Sang Mesias datang ke dunia, ia mewartakan-Nya kepada khalayak ramai, bahwa Dia-lah Sang Mesias. Ia ingin agar hanya Yesus-lah yang mereka kenal dan ikuti. Ia sendiri merasa tidak layak membuka tali kasut-Nya sekalipun, karena keagungan-Nya. Inilah kerendahan hati Yohanes sekaligus keagungan Yesus Kristus. Yohanes benar-benar telah setia menunaikan tugasnya sebagai penyiap jalan bagi kehadiran Tuhan.

Kesombongan kerap kali menjadi penghalang bagi hadirnya rahmat. Anggapan diri sebagai pribadi yang sudah “penuh” menutup pintu bagi masuknya nilai-nilai baru.

Sebaliknya, kerendahan hati adalah peluang bagi hadirnya rahmat. Anggapan diri sebagai pribadi yang masih “kosong” memungkinkan rahmat Allah tercurah. Dengan kata lain, kehadiran Allah menuntut kerendahan hati dan penyangkalan diri kita.

Ya Bapa, anugerahkanlah kepadaku semangat kerendahan hati agar kemuliaan dan keagungan-Mu dalam diri Yesus Kristus semakin kuat aku wartakan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017, Penerbit OBOR Indonesia

Tags

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Related Articles

Close