Teladan Kita

8 Januari Sta. Gudula

 

Hamme, Belgia, 650 – 712

Pelindung Belgia yang keluarganya mengambil keputusan besar: ayahnya yang bangsawan, nantinya menjadi pertapa; Ibunya tidak lain Sta. Amalberga; saudarinya juga orang kudus: Sta. Raineld; dan sepupunya Sta. Gertrudis dari Nivelles dan Begga.

Setelah kematian sepupunya, Gertrudis, yang menjadi ibu baptisnya; ia mempersembahkan hidup dalam doa, puasa, dan karya amal. Setiap subuh ia berangkat ke gereja Moorsel yang jaraknya 4 kilometer dari rumahnya.

Tradisi menggambarkan Gudula sebagai orang kudus yang membawa lilin menyala di mana si jahat mau menghembus lilin itu supaya mati. Gambaran serupa juga ditemukan di Sta. Genoveva di Paris.

Nama Gudula berasal dari kata Celtic, berarti “baik, ramah”.

Sumber dan gambar: Sicari, Giovanni. 6 September 2001. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 27 Desember 2017

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close