Renungan Harian, Rabu: 10 Januari 2018, Mrk. 1:29-39

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

ANA benar-benar menepati nazarnya. Ia mempersembahkan Samuel, anak semata wayangnya kepada  Tuhan. Walaupun Hana sangat mendambakan seorang anak, ia beranggapan bahwa Samuel itu bukan miliknya semata-mata. Samuel adalah milik Allah sehingga Allah berkenan mewujudkan kehendak-Mya pada diri Samuel.

Dalam bacaan hari ini, Samuel benar-benar dipanggil oleh Allah sebagai alat-Nya. Allah menyertainya dan tidak ada satu pun firman-Nya itu dibiarkan-Nya gugur. Karya besar Allah terjadi melalui diri Samuel.

Kisah Hana mengingatkan kita pada Bunda Maria. Walaupun kisahnya tidak persis sama. Bunda Maria juga menjadi perantara bagi pewahyuan diri Allah, yakni Yesus Kristus. Bunda Maria menyerahkan diri Yesus sepenuhnya kepada Allah.

Melalui bacaan hari ini, kita merenungkan karya Allah melalui Yesus Kristus. Yesus datang ke dunia mewartakan kabar gembira dan menyembuhkan berbagai penyakit dan kelemahan. Karya penyelamatan ini terbuka bagi setiap orang di segala tempat.

Kelahiran kita pasti karena kehendak Allah. Sejauh mana sekarang kita terbuka dan berpasrah pada kehendak Allah? Siapakah kita dipakai oleh Allah bagi karya penyelamatan-Nya. MArilah kita syukuri keberadaan kita seraya terbuka pada titah Allah dan kehendak-Nya.

Ya Bapa, anugerahkanlah kepadaku kesanggupan untuk menerima Yesus Kristus, Putra-Mu agar aku boleh menerima warta bahagia dan penebusan-Nya. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Share.

About Author

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Leave A Reply

error: Content is protected !!