HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Sabtu: 20 Januari 2018, Mrk. 3:20-21

ERBUATAN baik tidak selamanya menuai pujian dan penerimaan. Malah ada kalanya yang terjadi adalah sebaliknya. Perbuatan baik menimbulkan perbantahan, kecurigaan, kecemburuan atau kebencian terhadap pelakunya. Ironisnya lagi, respon negatif itu bukan saja datang dari orang yang tidak simpatik dengan pelakunya, namun justru datang dari orang-orang dekatnya.

Hal yang sama terjadi pada diri Yesus. Segala pengajaran dan mukjizat Yesus selain mengundang kekaguman banyak orang juga melahirkan cibiran dan kecurigaan. Ada orang yang mengaggap-Nya tidak waras, bahkan ahli-ahli Taurat dari Yerusalem pun berkata: “ Ia kerasukan Beelzebul”. Dengan penguluh setan, Ia mengusir setan”.

Yesus benar-benar pribadi yang memiliki integritas kuat. Ia berbuat baik kepada siapapun bukan didorong oleh harapan akan pujian dan sanjungan. Ia tidak haus pujian. Ia hanya melaksanakan titah Bapa-Nya. Karena itu, Ia sungguh-sungguh ikhlas melakukan kebaikan-kebaikan. Bahkan, ketika dianggap tidak waras, Yesus tak lekas menyerah. Ia masih giat mewartakan kabar sukacita perihal kerajaan surga.

Pasti kita juga mengalami hal yang sama ketika melakukan kebaikan sekali pun. Selalu saja ada orang yang simpatik dan merasa jijik. Putus asa atau menyerahkah kita? Semoga kita tetap tabah dan semangat melakukan kebaikan. Marilah kita mencari perkenaan Tuhan, bukan pujian manusia.

Ya Bapa, di tengah-tengah zaman penuh tantangan berat ini, tabahkanlah dan semangatilah aku untuk selalu berbuat kebaikan seperti Yesus Putra-Mu. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Tags

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Related Articles

2 Comments

  1. Ikhlas tulus adalah dua kata yang mudah diucapkan ringan dijinjing dan selalu terabaikan. Kita harus banyak belajar dan menerima kenyataan. Bagaimanapun rasa sakit dan perih saat kita terabaikan oleh dunia dalam keikut sertaan kita mewartakan kebenaran. Karena memang kita perlu diuji dan ditempa agar terbukti bahwa kita adalah emas dan bukan loyang. Kita adalah hamba kebenaran dsn bukan hambs dosa.

    1. Terima kasih atas refleksi kecil oleh pa Yonatan Soewarno. Mudah-mudahan refleksi ini bermanfaat bagi pembaca mirifica news di mana saja berada.

error: Content is protected !!
Close