HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Senin: 9 April, Yoh. 3: 1-8

IKODEMUS adalah seorang Yahudi. Ia dikenal sebagai orang kaya yang patuh pada hokum taurat. Ia menemui Yesus pada malam hari, mungkin sebab ia takut dilihat orang. Ia menemui Yesus dengan maksud untuk mengenal-Nya secara lebih dekat. Nikodemus mengenal Yesus sebagai pembuat mukjizat. Namun, Yesus menarik Nikodemus dalam sebuah lingkaran yang tidak hanya membuatnya mengenal Yesus sebagai rabi dan utusan Allah, tetapi juga mengimani Yesus sebagai Putera Allah. Untuk itu, Nikodemus dituntut lahir secara baru.

Yesus tidak menghendaki Nikodemus mengenalnya sebatas apa kata orang. Yesus menginginkan agar Nikodemus secara pribadi memiliki iman. Dilahirkan kembali berarti sebuah langkah maju dari sikap melihat, mendengar dan beriman kepada Yesus. Dengan itu, Nikodemus akan lebih dalam mengenal siapa Yesus dan memahami karya-karya-Nya. Melalui jalan itu pula, Nikodemus dapat melihat kehadiran Kerajaan Allah.

Kitapun mungkin seperti Nikodemus. Kita mampu menjelaskan perihal siapa Yesus secara terperinci. Namun, apa yang kita ketahui itu sering kali hanya lahir dari buku-buku yang dibaca atau dari pengajaran para ahli kitab dan teolog. Kita belum mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya dan mengenal Yesus secara pribadi. Kita menuntut banyak hal dari Yesus terutama tanda bahkan mukjizat dalam setiap pergumulan. Kita perlu dilahirkan kembali. Dalam situasi apa pun, kita perlu beriman secara sungguh-sungguh. Bahkan dalam pergumulan hidup sekalipun, barangkali di sana kita pun boleh berjumpa dan mengalami betapa baiknya Tuhan.

Tuhan, bantulah aku untuk membuka diri pada kasih-Mu, agar aku semakin mengenal dan mengalami kebaikan-Mu dalam hidup ini. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

2 Comments

    1. Bapak Vincetiuas Ambarita yth,

      Selamat pagi dan selamat beraktivitas. Kami mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan berkenaan dengan website ini. Soal penggunaan nama “Mirifica” pada media online milik
      KWI ini diambil langsung dari nama salah satu dekrit yang dihasilkan oleh Konsili Vatikan II, yakni Inter Mirifica atau Dekrit tentang Upaya-upaya Komunikasi Sosial. Apabila kita membaca
      kembali Dokumen Konsili Vatikan II yang diterbitkan oleh Penerbit OBOR Indonesia (Hal. 51), maka kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa judul dekrit ini diambil dari baris pertama dokumen Inter Mirifica
      (dalam bahasa Inggris, “Among The Wonderful”) atau “Di Antara yang Mengagumkan”. Dalam bahasa Indonesia terjemahan awal dalam baris pertama adalah ” Di ANTARA penemuan-penemuan teknologi yang MENGAGUMKAN”.

      Upaya-upaya Komunikasi Sosial itu, sesesuai dengan bahasa Dekrit, adalah berkenaan dengan perhatian istimewa dari Bunda Gereja akan penemuan-penemuan, yang pertama-tama menyangkut jiwa manusia, dan membuka peluang-peluang baru untuk menyalurkan gagasan-gagasan, pedoman-pedoman. Di antara penemuan-penemuan itu yang paling menonjol ialah upaya-upaya, yang pada hakekatnya mampu mencapai dan menggerakkan bukan hanya orang-perorangan, melainkan juga massa, bahkan seluruh umat manusia, yakni media komunikasi sosial. Gereja menyadari bahwa upaya-uapaya itu, kalau digunakan dengan tepat, dapat berjasa besar bagi umat manusia, sebab sangat membantuk untuk menyegarkan hati dan mengembangkan budi, dan untuk menyiarkan serta memantapkan Kerajaan Allah.

      Demikian penjelasan singkat dari kami. Terima kasih.

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close