HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Selasa: 24 April, Yoh. 10: 22-30

ESUS adalah Gembala dan kita kawanan domba. Relasi Gembala dengan domba merupakan gambaran yang dipakai Yesus untuk mengegaskan hubungan antara Dia dengan pengikut-Nya. Dalam kisah Injil hari ini, Yesus menyatakan diri sebagai gembala yang baik: yang mengenal domba-domba dan mau menyerahkan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya. Domba-domba yang mengenal Dia akan mendengar suara-Nya. Mereka yang mendengar suara-Nya akan mengikuti perintah-Nya. Sabda-Nya akan menuntun kita ke rumput yang hijau, yang menjadi sumber makanan untuk hidup kekal.

Yesus adalah Gembala yang baik, maka sebagai pengikut-Nya kita berupaya untuk menjadi domba-domba yang baik. Domba-domba yang baik akan selalu berusaha untuk mendengarkan suara-Nya dan setia mengikuti-Nya. Namun, dalam keseharian ada banyak suara lain yang menyesatkan. Suara-suara ini seringkali membuat kita tidak berkonsentrasi mendengarkan suara Yesus. Acapkali suara-suara handphone terdengar lebih baik ketimbang suara Tuhan yang memanggil kita untuk datang pada-Nya dalam rangkaian doa dan Ekaristi. Masih banyak suara-suara lain dalam hidup kita yang membuat suara Tuhan nyaris tidak terdengar.

Tidak mengherankan kalau kita bisa berlaku seperti orang-orang Yahudi yang selalu bimbang dengan karya Allah dalam kehidupan. Allah telah melakukan banyak pekerjaan untuk keselamatan kita. Apakah kita mengenal Dia dan pekerjaan-Nya? Kita telah dibabtis menjadi domba-domba –Nya, namun sering kali tidak bisa mendengarkan suara-Nya dengan baik. Oleh karena itu, kita perlu menciptakan keheningan agar mampu mendengar suara Tuhan yang berbisik dalam hati dan budi kita atau melalui tulisan di Kitab Suci.

Tuhan Yesus, buka hati dan telingaku. Semoga ditengah kebisingan dunia dan kesibukanku, aku mendengar suara-Mu dengan lebih baik ketika Engkau memanggil aku untuk datang pada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018

Tags

Related Articles

Close