HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Senin: 04 Juni 2018, Mrk. 12:1-12

MAN dan perbuatan seharusnya sepaket. Seorang yang beriman sepatutnya bersikap adil dalam hidup harian. Namun, kenyatannya tak selalu demikian. Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang penggarap kebun anggur. Mereka dipercaya untuk mengurus kebun anggur. Namun, mereka memukul setiap utusan yang dikirim tuannya. Bahkan, anak pemilik kebun anggur pun mereka bunuh. Perumpamaan ini merujuk pada diri Yesus sendiri, yang seperti “batu yang dibuang”. namun justru menjadi “batu penjuru” (Mrk. 12:10).

Kekerasan dan ketidakadilan jamak terjadi dalam dunia. Bahkan tak jarang hal itu dilakukan oleh orang-orang beriman. Hal itu menunjukkan bahwa tindakan beriman dipisahkan dari laku hidup sehari-hari. Rasul Petrus mengingatkan kita bahwa iman saja tidaklah cukup. Keutamaan lain perlu ditambahkan, seperti kebajikan, pengetahuan, pengusaan diri, ketekunan, kesalehan, dan kasih (bdk. 2 Ptr. 1:5-7). Sebagai orang-orang kepercayaan Yesus, kita patut mengusahakan keadilan dan kasih dalam kehidupan sehari-hari mesti kelihatan pada tindakan-tindakan dan dialami oleh sesama manusia yang diutus. Tuhan untuk datang ke dalam hidup kita.

Tuhan Yesus, Engkaulah “batu penjuru” yang akan menimbang setiap perbuatanku terhadap sesama. Sadarkanlah aku akan kesatuan antara iman, kasih, dan keadilan, sehingga mereka yang aku layani dapat mengalami keselamatan dari-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018

Tags

Related Articles

Close