HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Kamis: 07 Juni 2018, Mrk. 12:28b-34

DA banyak sekali aturan dalam kehidupan, tetapi mungkin hanya satu atau dua yang jika dilakukan dengan setia akan menyelamatkan umat manusia. Yesus merumuskannya dengan kata ‘kasih’, yakni kasih kepada Tuhan dan kasih kepada manusia. (bdk. Mrk. 12:30-31). Yesus tidak ingin menyederhanakan seluruh hukum, tetapi membukanya agar ditafsirkan dan dijalankan secara kreatif oleh bermacam-macam profesi manusia. Seorang ahli Taurat dipuji-Nya karena menafsirkan dengan sangat baik hukum yang utama itu dari sudut pandangnya. Memang itulah yang diharapkan dari setiap orang yang beriman: menjalankannya dengan setia. Bagi Paulus, kesetiaan itu selalu diarahkan kepada Yesus Kristus, sebab walau kita tidak setia, “Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya” (2 Tim. 2:13). Yesus adalah teladan ketaatan pada hukum kasih, dan karenanya Ia layak di hadapan Allah Bapa-Nya sebagai penebus dosa-dosa dunia.

Di masyarakat kita kadang-kadang hukum dibengkokakn demi memuaskan kepentingan orang-orang atau golongan tertentu, Tantangan besar umat Kristiani ialah kembali pada hukum yang paling utama, yakni kasih kepada Allah dan kepada manusia, yang dijalankan dengan setia dan sederhana dalam keseharian.

Tuhan Yesus, semoga perilaku dan perkataanku selalu kembali pada Hukum Kasih yang telah Engkau jalankan dengan setia sampai pada salib. Jadikanlah akku saksi kebangkitan-Mu yang menyelamatkan sesama. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018

Tags

Related Articles

Check Also

Close
Close