HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Jumat: 20 Juli 2018, Mat. 12:1-8

EKAN beriman terkasih, hari sabat dimaksudkan agar orang-orang Yahudi mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan Allah, dan bila perlu terlibat dalam kegiatan di Bait Allah. Aturan-aturan sabat diadakan supaya orang Yahudi mengarahkan pikirannya pada Allah. Polemik antara Yesus dan pemuka-pemuka Yahudi seringkali menyangkut hal ini. Yang menjadi persoalannya adalah pemuka-pemuka agama Yahudi belum terbuka mata dalam melihat bahwa kiprah hidup Yesus bersama para murid-Nya adalah melulu terarah pada Allah. Hadirnya para murid bersama Yesus, merupakan bentuk kebersamaan dengan Allah. Hidup bersama Yesus, sama dengan hidup di dalam Bait Allah. Jadi sebenarnya, bagi murid Yesus, setiap hari adalah hari Sabat.

Tindakan para murid Yesus memetik gandum pada hari sabat karena lapar, sebenarnya merupakan tindakan di dalam Allah. Artinya, para murid memetik gandum untuk dimakan, dengan tujuan agar mereka tetap memiliki energi untuk melakukan hal-hal di dalam dan bersama Yesus (atau bersama Allah). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa tindakan memetik gandum adalah cara para murid untuk bertahan dalam kebersamaan dengan Yesus. Dan, pertanyaan untuk kita ialah; “Apakah kita memiliki usaha-usaha agar hubungan kita dengan Yesus tetap bertahan?”

Ya Allah, semoga aku kreatif untuk mengusahakan agar relasiku dengan-Mu tetap membara, dan semoga Engkau memampukan aku untuk meruulihkan relasi bila tampak mulai memudar. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018

Tags

Related Articles

Close