Urbi

Renungan Harian, Sabtu: 03 November 2018, Luk. 14:1.7-11

RANG yang rendah hati disayang Allah dan manusia. Kerendahan hati bahkan merupakan buah dari iman dan kebiasaan membangun komunikasi personal dengan Tuhan. Orang-orang yang bersahabat dengan Allah dianugerahi hikmat dan kerendahan hati. Kita dapat belajar dari Bunda Teresa dari Kalkuta yang rendah hati dalam melayani. Lebih dari itu, Yesus telah menunjukkan kepada para murid bagaimana bersikap rendah hati dalam melayani. Dengan membasuh kaki para murid, Yesus menunjukkan contoh bersikap rendah hati yang tulus dan penuh kasih. Kerendahan hati menjadi salah satu keutamaan iman Kristiani. Kerendahan hati berdampak bagi keberhasilan karya pelayanan dan pewartaan.

Dari penjara, Paulus menulis surat kepada umat di Filipi bahwa penderitaan yang dialami tidak mengurangi semangatnya untuk memberitakan Injil Tuhan. “Bagiku hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan” (flp. 1:21). St. Paulus berharap bahwa oleh doa dan pertolongan Roh Kudus, karya pewartaanya menghasilkan banyak buah. Harapan dan doa St. Paulus merupakan cerminan jiwa yang mengandalkan Tuhan dalam pelayanan. St. Paulus tidak mengandalkan kekuatannya sendiri.

Ajakan untuk bersikap rendah hati disampaikan Yesus kepada para murid agar selalu memiliki kepekaan dan menempatkan diri secara bijak di ruang publik sebagai salah satu kekuatan dalam memperkenalkan Yesus dan Injil-Nya kepada dunia.

Ya Tuhan, berilah aku hikmat dan Roh Kerendahan hati dalam seluruh pelayanan, pergaulan dan aktivitas hidup, agar aku mampu menghadirkan kasih-Mu bagi sesama. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 11 =

Close