Editorial

Waspada! Kaum Religius Pengguna Facebook Jadi Target Penipuan

KAUM religius pengguna facebook dihimbau untuk selalu waspada. Pasalnya, akhir-akhir ini sering terjadi tindak penipuan dengan modus meminta pulsa lewat penyamaran. Modus penipuan seperti ini telah dialami oleh banyak religius pengguna aktif facebook.

Teraktual lewat akun facebook Sekretaris Jenderal KWI Romo Siprianus Hormat. Pada 5 Januari lalu, akun Romo Sipri disamar oleh orang tak dikenal dan meminta pulsa kepada sahabat facebook Romo Sipri.  Kejadian ini sempat menimbulkan beragam tanggapan dari para sahabat Romo. Namun, berkat kesigapan, klarifikasi pun segera disampaikan Romo di akun facebooknya.

“Selamat pagi teman2 fb dimana saja berada. Pagi ini aku kaget menerima begitu banyak penyampaian dari teman2 fb bahwa saya meminta disikan pulsa kemana2 keoada oara sahabat fb. Pertama, saya mohon ma’af, bahwa itu bukan saya tetapi seseorang yang tengah bergentayangan menipu. Modus seperti ini sdh cukup jamak dipakai oleh rekan2 yang pencahariannya adalah menipu. Kedua, sekedar himbauan kepada para sahabat fb, bahwa modus meminta diisikan adalah kerja para penipu yg bergentayangan di medsos. Karena tidak mungkin, kalau pun jg ada, tidak mungkin orang meminta sesuatu secara terbuka spt itu kalau butuh sesuatu.
Jadi, sekali lagi saya sampaikan kepada para sahabat fb bahwa yg lagi beredar m3minra diisikan pulsa fengan memakai akun fb saya itu adalah bukan saya, tetapi PENIPU. Mohon ma’af, kalau teman2 menjadi tdk nyaman karena ulah penipu ini. Salam..”

Romo Sipri tak sendiri. Peristiwa yang sama bahkan dialami pula oleh Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Modusnya pun sama. Berpura-pura menyamar dan meminta diisikan pulsa. Hal ini terjadi karena hacker dapat menemukan password pengguna bersangkutan dan masuk ke akun yang disasar, lalu mengirim pesan kepada teman-temannya.

 

Sudah semestinya jika ingin terlibat aktif dan eksis di media sosial seperti facebook, uskup, pastor, suster dan bruder diminta untuk selalu waspada.  Sebagai public figur, kaum religius tentu dikenal luas oleh umat dan masyarakat. Karena itu, tindakan mengontrol, memantau akun pribadi mutlak dilakukan. Jangan sampai pengguna sendiri tidak tahu kejadiannya. Tahunya malah dari orang lain. Sementara kejadiannya sudah beberapa hari sebelumnya. Hal ini tentu saja merugikan religius pengguna akun facebook.

Nyatanya pendekatan para religius terhadap media sosial seperti facebook dan lain menarik begitu banyak orang. Karena mereka membawa suara menyenangkan, mendidik, memberi inspirasi, nasihat, dan dorongan. Tidak heran, keheboan segera terjadi jika akun mereka dihacker.

Berikut beberapa tips sederhana bagi para religius jika akun facebooknya dihacker. Jika memiliki akun Facebook dan ingin melaporkan profil:

  1. Buka profil akun penyamaran tersebut.
    • Jika tidak dapat menemukannya, cobalah cari menggunakan nama profilnya, atau bertanyalah kepada teman Anda, apakah mereka dapat mengirimkan tautan ke sana.
  2. Klik  di foto sampul dan pilih Berikan masukan atau laporkan profil ini.
  3. Ikuti petunjuk di layar untuk melaporkan akun yang melakukan penyamaran.
Bagi religius yang tidak memiliki akun facebook tetapi namanya digunakan oleh seseorang yang tidak dikenal, dan ingin  melaporkan orang tersebut dapat mengikuti langkah-langkah berikut dari pusat bantuan facebook dengan mengisi  formulir ini.
Langkah-langkah di atas adalah untuk melaporkan profil Facebook. Untuk melaporkan halaman Facebook yang menyamar menjadi tokoh publik, silakan isi formulir ini. Tentu saja langkah-langkah ini berlaku untuk umum. Siapapun, termasuk para religius, dapat mengikuti langkah-langkah itu jika akun facebooknya dihacker.

 

 

 

 

Tags

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close