HarianJendela Alkitab

Renungan Harian Katolik: Minggu, 13 Januari 2019, Luk. 3:15-16.21-22

SETIAP orang memiliki persoalan tertentu dalam hidupnya. Setiap orang juga memiliki cara tertentu untuk menyelesaikan persoalan itu. Ada orang yang mudah mengeluh dan gampang menyerah dalam menghadapi persoalan hidup. Ada pula yang tegar, optimistis dan memandangnya sebagai tantangan yang dengan gigih dihadapi. Orang Israel menjadi kumpulan orang yang mudah mengeluh dan penuh gerutu ketika Musa membawa mereka keluar dari Mesir. Mereka menjadi orang yang pesimis dan kehilangan harapan, sekalipun Yahweh selalu beserta mereka dalam tiang awan. Karena itulah nabi Yesaya menyampaikan seruannya, agar umat Allah mau membuka hati menyambut pertolongan yang datang dari Allah. Keterbukaan dan kerendahan hati kepada rencana Tuhan menjadi kunci utama untuk bangkit dan memiliki harapan.

Kasih Allah menyertai itu tampak dalam diri Yesus. Kedatangan-Nya ke dunia menjadi kabar baik dan sekaligus jawaban dari pertolongan Allah kepada umat-Nya. Inilah yang diwartakan juga oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Pembaptisan Yesus dilakukan Yohanes hendak menunjukkan sikap solidaritas-Nya kepada manusia dan sebagai bukti bahwa Yesus sungguh menjadi manusia, tetapi tidak berdosa. Dengan demikian, Yesus dibaptis bukan untuk bertobat tetapi sebagai bukti kerelaan dan pengorbanan-nya demi keselamatan manusia.

Ya Allah, aku bersyukur atas sakramen Pembaptisan yang telah kuterima. Semoga hatiku selalu dituntun oleh Roh-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2019, OBOR Indonesia

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close