HarianJendela Alkitab

Renungan Harian Katolik: Senin, 21 Januari 2019, Mrk. 2:18-22

ITA kerap merasa gembira jika melakukan sesuatu yang menyenangkan dan sesuai keinginan kita. Sebaliknya, kita mudah menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hati kita. Hal serupa terjadi dalam pengalaman iman. Kita sukar untuk menerima bila akhirnya rancangan yang kita buat sesuai dengan rancangan Tuhan. Hidup memang kadang terasa berat, tetapi sekaligus juga indah. Namun, sebagai orang yang beriman kepada Kristus, kita tidak boleh lekas menyerah dan putus asa. HIdup selalu mungkin untuk diubah, tergantung upaya yang kita lakukan untuk mewujudkannnya. Yesus dalam segala pewartaan-Nya, menjalankan tugasnya dengan tekun dan setia. Sekalipun Ia adalah Anak, Ia tetap taat (bdk. Ibr. 5:8).

Ketaatan Yesus pun tampak dalam puasa yang dijalankan-nya. Ia mengoreksi sikap orang-orang Farisi dalam hal berpuasa. Mereka berpuasa hanya supaya orang lain tahu. Sementara hakikat mendasar dari puasa adalah memohon pertolongan Allah dan upaya pengendalian dan sekaligus pengolahan diri dari dalam. Praktek puasa membantu kita untuk memaknai setiap peristiwa hidup kita dan mencari apa yang dikehendaki Allah sehingga kita tidak mudah mengadili orang lain seperti orang-orang Farisi. Dengan berpuasa, kita dapat menundukkan keinginan kita dan mendahulukan kehendak Allah atas apa yang kita rencanakan. Yesus mengajak kita agar setiap ibadah, termasuk puasa, harus dijalani dengan penuh sukacita.

Ya Allah, semoga dengan puasa yang aku lakukan, aku dapat melihat dan merasakan bahwa Engkau selalu hadir dalam setiap pergumulan hidupku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2019, OBOR Indonesia

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close