KATEKESETeladan Kita

Santo Yoseph dari Leonissa : 4 Februari

YOSEPH dilahirkan di Leonissa, wilayah Abruzzi di Kerajaan Napoli Italia. Sewaktu melanjutkan studinya di Viterbo, ia sedemikian menarik perhatian dan kekaguman banyak orang karena kerajinan dan ketekunannya serta kehidupannya yang penuh dengan kebajikan. Sehingga seorang bangsawan kota menawarkan putrinya untuk dinikahinya, Yoseph menolak dan telah mengambil suatu pilihan yang lebih mulia yakni bergabung dengan para Kapusin di kota kelahirannya pada tahun 1573. Yoseph menjalani hidup matiraga dengan sangat keras sebagai seorang biarawan Kapusin. Walaupun baru berusia muda, namun ia dapat menjalankan pantangan yang besar seperti biarawan-biarawan yang sudah berumur. Menghindari kenikmatan dunia yang terkadang melemahkan iman, Yoseph menolak memakan makanan  enak dan tempat tinggal yang nyaman. Ia tetap menjalani kehidupan bermati-raganya, bahkan sesudah tugas berkhotbah itu dipercayakan padanya.

Santo Yoseph dari Leonessa/Ilustrasi (Ist-http365rosaries.blogspot.com)

Pada 1587, ia diutus oleh Ordonya pergi ke Konstantinopel untuk merawat dan melayani orang-orang Kristen yang bekerja di bawah penguasa Turki. Keberadaan mereka menarik perhatian pemerintah Turki,  yang kemudian datang bersama pasukan dalam jumlah besar untuk melihat kegiatan para misionaris. Dipenjara karena kegiatan yang mereka lakukan, ia diperingatkan untuk tidak melanjutkan pada saat mereka dibebaskan. Namun ia tetap melakukannya dan sekali lagi dipenjarakan kemudian dihukum mati. Secara ajaib dibebaskan, Yoseph dibebaskan oleh seorang malaikat dan diperintahkannya supaya kembali ke Italia. St.Yoseph sangat lemah-lembut dan rendah hati. Setiap bertemu dengan orang lain, sinar matanya yang penuh kelembutan akan meluluhkan kekerasan hati seseorang. Ia banyak berkotbah bagi orang miskin dan mendamaikan keluarga yang bertikai serta kota-kota yang bertikai yang telah berselisih selama bertahun-tahun. Secara menakjubkan Yoseph dapat mendamaikan orang-orang yang telah bertahun-tahun hidup saling bermusuhan. Demikian juga rekonsiliasi di dalam keluarga-keluarga dan kelompok-kelompok yang telah lama saling menjauhkan diri. St.Yoseph melakukan banyak mukjizat, dan dikaruniai anugerah penglihatan dan kemampuan untuk membaca hati orang.

Santo Yoseph dari Leonessa/Ilustrasi (Ist-http.thericatholic.com)

Orang kudus ini juga mampu meramalkan hari kematiannya yang datang, disertai dengan mukjizat, pada tanggal 4 Februari 1612. Ia dibeatifikasi oleh Clement XII pada 1737 dan dikanonisasi oleh Benedict XIV pada 1745 dan pesta liturgi dirayakan oleh ordonya pada tanggal 4 Februari.

Sumber terjemahan: www.franciscanmedia.org, katakombe.org & santiebeati.it, diakses pada 03 Februari 2019

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close