GEREJA KITASEPUTAR VATIKAN

Kunjungi Katedral Abu Dhabi, Paus Fransiskus Disambut Hangat

KUNJUNGAN Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab (UEA) masih menyisakan cerita menarik. Perjalanan yang berakhir pada 5 Februari kemarin menyimpan cerita sekaligus pengalaman tak terlupakan, baik bagi Bapa Suci dan juga umat Katolik di UEA. Sehari sebelum perayaan Misa Kudus, tepatnya pada 4 Februari kemarin, Paus mengunjungi salah satu gereja Katolik di Abu Dhabi, yaitu Gereja Katedral Santo Joseph.

Gereja di negara   populasi Katolik kurang lebih 1,42 juta jiwa ini menyimpan keunikan tersendiri. Keragaman wajah dan tradisi dari Timur Tengah, Asia Selatan dan bagian dunia lainnya khas mewarnai kehidupan gereja Katedral Santo Joseph.

Tidak hanya itu. Keunikan jemaat Gereja Santo Joseph juga tercermin dari aneka bahasa yang digunakan pada perayaan ekaristis. Bermacam-macam. Tentu yang utama ialah bahasa  Arab, Namun, beberapa bahasa asing lainnya seperti Inggris, Prancis, Filipina, Malayalam, Sinhala, Urdu, Tamil, Konkani, Jerman,Italia, Korea, Polandia, dan Ukraina jamak digunakan jemaat gereja Santo Joseph. Tercatata kurang lebih sebanyak 100.000 umat dari berbagai negara mendiami paroki ekspatriat ini.

Ketika Paus Fransiskus mengunjungi gereja Katedral tersebut, umat menyambutnya dengan antusias. Mereka berebutan untuk berjabat tangan dengan Paus. Laporan yang dikeluarkan Panitia diketahui bahwa Gereja Santo Joseph dipilih sebagai tempat berkunjung Paus Fransiskus karena Gereja Santo Joseph menjadi simbol kepemimpinan Vikaris Apostolik Arab Selatan yang mencakup Uni Emirat Arab, Yaman, dan Oman.

Gereja Santo Joseph dibuka untuk publik sejak tahun 1965. Sheikh Shakhbut, salah satu penguasa Abu Dhabi ketika itu turut menyumbangkan tanah serta turut hadir pada peresmian gereja.  Pada tahun 1983 gereja tersebut dipindahkan  ke Al Mushrif, tanah yang disumbangkan oleh Sheikh Zayed dan berdiri hingga kini.

 

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close