KATEKESETeladan Kita

Santo Santa 12 Februari

Santo Benediktus dari Anaine

BENEDIKTUS, dilahirkan di keluarga Agilulfo, seorang bangsawan yang berasal dari Visigoth yang saat itu berkuasa memerintah wilayah Maguelonne, di Prancis Selatan. Pada masa raja Frank Pepin Short dan kemudian Charlemagne sejak usia muda dikirim ke istana raja Franks untuk memperoleh pendidikan pengadilan. Pada 774 ia mengikuti pasukan Charlemagne, yang datang ke Italia untuk berperang melawan Lombard, dan suatu hari ia juga hampir tenggelam di Ticino, dekat Pavia, mencoba menyelamatkan saudaranya yang jatuh di sungai.

Santo Benediktus dari Anaine/Ilustrasi (Ist-katakombe.org)

Pengalaman dekat dengan kematian yang luar biasa ini menyadarkannya akan kefanaan hidup di dunia ini. Setelah pertempuran usai, ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan memberikan dirinya sebagai pelayan Tuhan. Kembali ke Prancis dengan seorang biarawan buta, bernama Vidmaro, dan bersama-sama dengannya memasuki biara Burgundi San Sequano (St. Seine), di mana ia mengambil nama Benediktus seperti nama bapa pendiri Ordo Benediktin.

Benediktus dengan rajin menata hidupnya sebagai seorang rahib dengan kehidupan doa dan tapa yang keras. Selama dua setengah tahun dalam biara tersebut, Benediktus hanya makan roti tawar dan minum air putih setiap hari. Ia tidak mengenakan alas kaki, tidur beralaskan tanah dan menghabiskan setiap malamnya dalam doa dan meditasi.  Ia juga tekun mempelajari semua regula (aturan hidup membiara) Ordo Benediktin dan menjalankannya dengan penuh disiplin.

Benediktus adalah seorang pengkhotbah, Gereja juga mengingat kontribusinya sebagai seorang teolog untuk membela doktrin Kristen melawan teori-teori “adozionis” yang menyebar di Spanyol; untuk tujuan ini, Benediktus bepergian, menulis, mengajar para uskup dan imam.

Santo Benediktus dari Anaine/Ilustrasi (Ist-katakombe.org)

Ketika raja Louis Pious (814-840) naik tahkta menggantikan raja Charlemagne, Louis segera meminta abbas Benediktus menjadi pembantunya di istana. Untuk itu Louis membangun sebuah biara Benediktin di Kornelimünster (sekarang di wilayah Aachen Jerman), dan diserahkan sebagai tempat tinggal Benediktus. Raja Louis juga menugaskan Benediktus untuk memimpin dan memperbaharui semua biara yang ada dalam wilayah kerajaan. Gerakan pembaharuan Benediktus dikemudian hari terbukti membawa para rahib dalam kesucian hidup membiara, dan menempa mereka menjadi hamba Allah yang kudus. Sukses ini menempatkan Benediktus sebagai seorang tokoh penting dalam sejarah kehidupan monastik di Eropa.

Dia menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di biara Kornelimünster, dekat kediaman kekaisaran Aachen, di mana dia sering diminta nasihat oleh Ludovico il Pio. Dan hidupnya berakhir di Aachen. Dimakamkan di Kornelimünster.

Pesta namanya dirayakan pada 12 Februari

Sumber: santiebeati.it & katakombe.org, diakses pada 11 Februari 2019

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial KWI

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 5 =

error: Content is protected !!
Close