GEREJA KITASEPUTAR VATIKAN

Beato John Henry Newman Segera Dinobatkan sebagai Santo

TOKOH Katolik Beato John Henry Newman diberitakan akan segera dinobatkan sebagai Orang Kudus (Santo) dalam Gereja Katolik. Pengumuman ini disampaikan Vatikan setelah melewati serangkaian penelitian terhadap karya mukjizat oleh Newman.

Dilansir dari The Tablet (13/2/2019), Paus Fransiskus telah mengakui adanya mukjizat kedua ketika orang banyak berdoa dengan perantara Newman. Namun, hingga kini Vatikan  belum membuat pernyataan resmi mengenai mukjizat kedua dari Newman.

Dugaan berbagai pihak,  mukjizat kedua Newman itu dikaitkan  dengan peristiwa penyembuhan seorang wanita di Keuskupan Agung Chicago yang menderita “kehamilan hingga terancan jiwanya”.

Kardinal Vincent Nichols, Ketua Konferensi Para Uskup Inggris dan Wales, menyambut baik pengumuman tersebut seraya mengatakan  kanonisasi Beato Newman sebagai berita gembira, tidak hanya bagi umat Katolik di Inggris tetapi juga bagi umat Anglikan.

“Ini adalah berita luar biasa yang akan disambut dengan rasa syukur kepada Tuhan oleh orang-orang di seluruh dunia,” kata Uskup Agung Westminster dalam sebuah pernyataan.

“Kesaksian hidup Newman terhadap iman, kedalaman dan keberanian pribadi, kejernihan intelektual dan kepekaan budaya menjadikannya dikagumi oleh para pengikut Kristus. Dia menyatukan begitu banyak tradisi Katolik terbaik yang dirayakan di luar Gereja Katolik. Kanonisasi-Nya akan disambut khususnya di Gereja Inggris dan Komunitas Anglikan yang lebih luas.”

Sebelumnya Newman adalah seorang Pastor di Gereja Anglikan (Gereja Inggris), tetapi kemudian ia berpindah menjadi seorang Katolik. Ia lalu ditahbiskan menjadi imam Katolik dan digelari Kardinal. Ia sangat dihormati lingkungan Gereja Katolik dan  Gereja Anglikan.

Pengangkatannya sebagai beato dilakukan pada 19 September 2010, yatiu ketika Paus Emeritus Benediktus XVI melakukan kunjungan bersejarah ke Inggris.

 

 

 

 

\

 

 

 

 

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close