Jendela Alkitab

Renungan Harian Katolik : Rabu, 20 Februari 2019, Mrk. 8:22-26

KITA sering melihat gambar merpati dengan ranting hijau di paruhnya sebagai lambang perdamaian. Rupanya lambang tersebut dari kisah air bah yang kita baca dalam Alkitab hari ini. Gambaran itu merupakan lambang perdamaian dari Allah dan dari alam semesta, menunjukkan harapan hidup telah kembali. Nuh menanggapi tanda damai sejahtera itu dengan persembahan kepada Tuhan. persembahan itu berkenan kepada Tuhan. Sehingga Dia berjanji tak akan membinasakan bumi lagi. Kita melihat dialog saling berbalas antara Nuh dengan Allah.

Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan mata seorang buta. Tindakan itu mengungkapkan belas kasih Allah pada manusia. Hal yang menarik adalah bahwa Yesus melakukan penyembuhan tersebut di luar kampung, tidak secara publik. Ia meludahi dan menyentuh mata orang tersebut, sehingga ia sembuh. Sesudahnya, orang buta yang telah sembuh itu dilarang untuk masuk ke dalam kampung.

Hidup rohani pada intinya adalah soal relasi manusia dengan Tuhan. Suatu relasi yang baik mensyaratkan adanya komunikasi timbal-balik. Semakin intens dan mendalam komunikasi itu terjalin, semakin mendalam pula relasi yang terbangun. Yesus mengundang kita bukan hanya untuk beribadat bersama. Dia juga ingin menjalin relasi pribadi yang intens dengan kita. Dengan demikian, mata batin kita akan terbuka untuk melihat dan mengalami kehadiran Tuhan. Dengan begitu pula, kita semakin peka untuk melihat dimensi rohani dan spiritual di balik peristiwa hidup kita sehari-hari.

Tuhan Yesus, semoga aku lebih berani untuk menjalin relasi pribadi dengan-Mu, sehingga mata batinku melihat dan mengalami kasih-Mu yang begitu luar biasa. Amin.

Sumber: ZIarah Batin 2019, OBOR Indonesia

 

 

 

Tags

Related Articles

Check Also

Close
error: Content is protected !!
Close